Rektor UI Beberkan Kualifikasi SDM yang Dibutuhkan Agar Transisi Energi Bisa Sukses
JAKARTA, investortrust.id - Kesiapan sumber daya manusia (SDM) disebut menjadi salah satu kunci bagi Indonesia agar mampu menyukseskan transisi energi ke energi baru terbarukan (EBT).
Rektor Universitas Indonesia (UI), Profesor Ari Kuncoro membeberkan kualifikasi SDM yang dibutuhkan untuk menyukseskan transisi energi dimaksud.
Pertama, kualifikasi SDM yang dimaksud harus memiliki pengetahuan manajerial yang memadai dari hulu ke hilir. Termasuk mampu me-manage riset hingga penggunaan energi yang diperlukan untuk keberlanjutan usahanya.
Baca Juga
"Jadi SDM yang dibutuhkan harus bisa di level manajerial, connecting the dot. Dalam konteks transisi energi, SDM harus berpikir infrastruktur ada gak atau pelanggan memandang cost-nya bagaimana. Atau misalnya mengubah paradigma pelanggan, harga sedikit lebih mahal tapi menggunakan energi hijau kan lebih keren," ucap Arif dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024 yang digelar Kemenko Perekonomian di Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Ari melihat kualifikasi SDM Indonesia mengalami perubahan setelah pandemi Covid-19. Saat ini, SDM Indonesia disebutnya memiliki kecakapan individu di sektor tertentu yang dikuasai.
Namun hal itu belum dilengkapi dengan kemampuan manajerial. Masalah ini lah yang dinilai menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan dunia pendidikan Indonesia.
"Kemampuan manajerial itu masih tidak ada. Misal rumah makan sebelum Covid-19 tidak banyak order online, hanya bergantung pada pelanggan datang. Lalu Covid-19 memaksa dia menggunakan online. Dari yang tadinya hanya tunggu pelanggan datang, sekarang jadi manage cabang online dan offline. Itu yang disebut sebagai naik tangga, harus lihat dari balkon," ujarnya.
Supaya berkelanjutan, Arif menilai sistem pendidikan harus mereplikasi transformasi ekonomi. Dengan kemampuan yang ada, pelaku ekonomi harus jadi manajer.
Baca Juga
Pulang dari IKN, Jokowi Optimistis Dunia Usaha Gerakkan Ekonomi Nasional 2024
"Kalau begitu siapa yang masak. Mungkin bisa melatih orang. Istilah agribisnis menggambarkan bukan hanya agriculture saja tapi ada bisnis yang lain dari pembibitan, sorting sampai marketing. Pertambangan sama, dulu berpikir hanya pertambangan, sekarang geopolitik membuat pelaku pertambangan harus berpikir bagaimana kalau recycling," tuturnya.
Oleh sebab itu, Arif menyebut transformasi kemampuan SDM harus dimiliki Indonesia jika tak ingin menjadi pasar kembali. Dan transformasi itu harus berjalan secara berkelanjutan.
"Konflik geopolitik ini sebenarnya menawarkan riset. Saya gak perlu sebut negara mana, tapi ada yang tawarkan kamu mau ikut saya riset mau gak. Kita harus ambil manfaat," jelasnya.

