Pertamina UMK Academy 2026 Dimulai, 1.500 UMK Lolos dari 4.290 Pendaftar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero), memulai pembinaan regional Pertamina UMK Academy 2026. Program ini diikuti lebih 1.500 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) terpilih dari lebih 4.290 pendaftar di berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat kompetensi bisnis, tata kelola, dan akses pasar.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Temmy Satya Permana mengatakan pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan penting untuk membantu pelaku usaha lokal meningkatkan kapabilitas, kualitas, dan daya saing.
Baca Juga
Pertamina Is Mobilizing Capacity Amid a Nationwide Surge in Subsidized Fuel Demand
“Program pembinaan UMK diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mendapatkan akses pasar, serta mengembangkan skala usahanya,” ujar Temmy saat mengikuti kegiatan secara daring dikutip Senin (14/9/2026).
Program Pertamina UMK Academy dirancang sebagai pembinaan berjenjang yang membantu pelaku UMK memperkuat kemampuan usaha melalui pembelajaran, pendampingan, dan pengembangan jejaring bisnis.
Vice President CSR & SMEPP Pertamina Rudi Arifianto mengatakan antusiasme pelaku UMK terhadap program tersebut tergolong tinggi. Dalam 11 hari masa pendaftaran, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 4.290 pelaku UMK dari hampir seluruh provinsi di Indonesia.
Pada tahap regional, peserta akan memperoleh pembelajaran mengenai pengelolaan bisnis, fasilitasi akses pasar, serta pendampingan dari fasilitator, mentor, dan akselerator yang kompeten dan berpengalaman. Materi pembinaan diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperbaiki pengelolaan bisnis, mengembangkan produk, memanfaatkan teknologi, dan memperluas peluang pemasaran.
Peserta Berpeluang Lanjut ke Tahap Nasional
Setelah menyelesaikan pembinaan regional, peserta akan mengikuti evaluasi dan seleksi untuk melanjutkan ke tahap nasional. Peserta yang terpilih akan memperoleh materi lebih mendalam, praktik pembelajaran yang lebih menantang, serta pendampingan yang semakin intensif.
“Peserta yang lolos ke tahap nasional akan mengikuti empat Kelas Go, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global, sesuai dengan perkembangan usahanya,” jelas Rudi.
Keempat kelas tersebut menjadi bagian dari pembinaan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan usaha peserta. Materinya mencakup penguatan bisnis, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan kanal penjualan daring, dan perluasan pasar.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan terpilihnya lebih dari 1.500 UMK menjadi awal perjalanan pembinaan Pertamina dalam mendukung pelaku usaha lokal memperkuat berbagai aspek bisnis. Tingginya jumlah pendaftar juga mencerminkan besarnya minat pelaku UMK untuk terus belajar dan mengembangkan usaha.
Baca Juga
PR Indonesia Belajar Praktik Internal Communication dari Pertamina
“Pertamina berharap peserta UMK Academy 2026 dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu, memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas dan kapabilitas, membangun jejaring, serta memperluas akses pasar,” terang Baron.
Baron menambahkan pembinaan tersebut diharapkan dapat mendorong UMK tumbuh menjadi usaha yang tangguh, mandiri, kreatif, adaptif, dan berdaya saing.
Pelaksanaan Pertamina UMK Academy turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau TPB/SDGs, khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
