Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui LRT Jabodebek memperingati tiga tahun operasional dengan menanam 123 pohon Pule (Alstoniascholaris) di 10 stasiun dan menggelar donor darah gratis pada Jumat (28/8/2026).
"Memasuki tiga tahun operasional, momentum ini tidak hanya menjadi penanda perjalanan LRT Jabodebek, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung melalui kegiatan yang menyentuh lingkungan, kemanusiaan, sekaligus menjadi kesempatan bagi LRT Jabodebek untuk berinteraksi lebih dekat dengan pengguna," kata Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika dalam keterangannya, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Penanaman 123 pohon Pule dilakukan secara serentak di 10 stasiun LRT Jabodebek. Stasiun tersebut yakni Ciracas, Harjamukti, Kampung Rambutan, Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Halim, Jatibening Baru, Cikunir 1, Cikunir 2, Bekasi Barat, dan Jatimulya.
"Penanaman pohon dilakukan untuk menambah pepohonan di lingkungan stasiun dan menjaga ruang di sekitar fasilitas transportasi publik," jelas Radhitya.
Mengutip Alodokter, pohon pule sudah sejak lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Indonesia. Kulit batang dan daunnya kerap diolah menjadi ramuan herbal untuk mengatasi berbagai keluhan, seperti demam hingga nyeri sendi.
Baca Juga
Danantara Siapkan Rp456 Miliar untuk Selesaikan Masalah LRT City
Dilansir laman resmi Flora & Fauna Web National Parks, pohon pule bisa tumbuh hingga 20 meter dan lebar 10 meter di perkotaan. Bila di habitat aslinya, dapat mencapai ketinggian hingga 40-50 meter. Ciri-ciri pohon pule dapat dilihat dari batangnya yang bercabang, kulit kayu berwarna coklat, bertekstur tidak rata, dan memiliki getah putih seperti susu.
Lebih lanjut, bagian atas daunnya berwarna hijau tua, sementara daun bagian bawah berwarna hijau pucat keabu-abuan. Bentuk daunnya lonjong dengan permukaan atas yang licin, pertulangan daun menyirip, dan panjangnya sekitar 10-23 sentimeter (cm).
Selain itu, LRT Jabodebek menggelar donor darah di Stasiun Jatimulya dengan tema "Setetes Darah, Sejuta Harapan". Kegiatan tersebut melibatkan pengguna dan pekerja LRT Jabodebek yang memenuhi kriteria untuk mengikuti donor darah.
Selama tiga tahun beroperasi, LRT Jabodebek melayani perjalanan masyarakat di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Layanan tersebut juga terintegrasi dengan sejumlah moda transportasi lain, seperti Commuterline Jabodetabek, Kereta Cepat Whoosh, Kereta Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, dan layanan feeder.
Radhitya juga mengatakan, LRT Jabodebek akan terus melakukan evaluasi layanan berdasarkan kebutuhan pengguna.
"Bagi LRT Jabodebek, tiga tahun ini menjadi bagian dari proses untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pengguna. LRT Jabodebek akan menjaga layanan yang sudah berjalan dan terus melihat hal apa saja yang masih bisa ditingkatkan agar perjalanan pengguna semakin nyaman," imbuhnya.
Baca Juga
Peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Ditunda, Ini Alasannya
Di sisi lain, LRT Jabodebek mencatat jumlah pengguna bulanan tertinggi sejak beroperasi pada Agustus 2023. Pada Juli 2026, jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 3.060.436 orang.
Secara kumulatif, jumlah pengguna LRT Jabodebek sepanjang 1 Januari hingga 31 Juli 2026 mencapai 19.079.347 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 21 persen atau bertambah 3.306.709 pengguna dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 15.772.638 pengguna.
"Dengan pencapaian 3 juta pengguna LRT Jabodebek pada bulan Juli 2026 menjadi yang tertinggi menjelang 3 tahun beroperasi. Pertumbuhan pengguna menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan," kata Radhitya.
Empat stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak pada Juli 2026 yakni Stasiun Harjamukti dengan 705.475 pengguna, Stasiun Bekasi Barat 358.225 pengguna, Stasiun Cikunir 1 sebanyak 345.055 pengguna, dan Stasiun Jatimulya sebanyak 330.721 pengguna.
