Sandiaga Uno: Green Investment Bukan Sekadar Energi Terbarukan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Investasi hijau atau green investment dinilai tidak hanya berkaitan dengan pembangunan energi terbarukan, kendaraan listrik, maupun proyek rendah emisi. Ekosistem ekonomi hijau juga membutuhkan sistem sertifikasi, inspeksi, pengujian, verifikasi, dan assurance untuk memastikan praktik keberlanjutan diterapkan sesuai standar.
Investor dan pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, keberadaan lembaga independen yang memastikan pemenuhan standar keberlanjutan menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan pasar global terhadap aspek lingkungan dan tata kelola.
“Green investment bukan hanya soal membangun energi terbarukan. Yang tidak kalah penting adalah membangun sistem yang memastikan praktik keberlanjutan benar-benar diterapkan,” ujarnya dalam siaran pers dikutip Selasa (11/8/2026).
Baca Juga
Menurut Sandiaga, penerapan standar keberlanjutan kini semakin luas dalam kegiatan bisnis dan perdagangan global. Persyaratan terkait lingkungan, keamanan pangan, sertifikasi halal, tata kelola perusahaan, hingga pengurangan emisi menjadi faktor yang semakin diperhatikan oleh pelaku usaha dan investor.
Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap perusahaan yang mampu memberikan layanan sertifikasi, inspeksi, pengujian, verifikasi, dan assurance secara independen dan profesional.
Sandiaga menilai PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) memiliki posisi strategis dalam mendukung kebutuhan tersebut. Melalui layanan Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance (TICVA), MUTU membantu pelaku usaha memastikan produk maupun proses bisnis memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku.
“Keberlanjutan membutuhkan institusi yang kredibel. Ketika perusahaan mampu memenuhi standar yang diakui secara internasional, kepercayaan pasar akan meningkat. Pada akhirnya, hal tersebut juga akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” katanya.
Selain layanan TICVA, MUTU mengembangkan layanan yang berkaitan dengan sertifikasi halal, keamanan pangan, pasar karbon, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sandiaga mengatakan perubahan tren investasi global membuat peluang investasi tidak hanya berada pada perusahaan yang membangun proyek energi hijau. Perusahaan yang menyediakan infrastruktur, sistem, dan layanan pendukung penerapan keberlanjutan juga dinilai memiliki prospek pertumbuhan.
“Investor tidak lagi hanya melihat proyek energi hijau sebagai peluang investasi, tetapi juga perusahaan yang menyediakan sistem dan layanan yang memungkinkan keberlanjutan diterapkan secara nyata,” ujarnya.
Baca Juga
Kadin: Kerja Sama RI–China Melebar dari Hilirisasi ke Energi Hijau hingga Ketahanan Pangan
Menurut dia, perusahaan yang berperan dalam membangun ekosistem keberlanjutan berpotensi memiliki prospek jangka panjang seiring meningkatnya penerapan ekonomi hijau di berbagai negara.
Sebagai perusahaan yang telah beroperasi lebih dari tiga dekade di bidang sertifikasi, inspeksi, pengujian, verifikasi, dan assurance, MUTU dinilai memiliki peluang untuk memperkuat perannya dalam ekosistem keberlanjutan sekaligus mendukung peningkatan daya saing industri Indonesia di pasar global.

