Pertamina Sulap Lahan Kering Bali Jadi Sentra Padi Organik dan Ekowisata
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dijalankan PT Pertamina melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berhasil meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi emisi karbon, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Denpasar Utara, Bali. Program yang memadukan energi baru terbarukan dengan pemberdayaan masyarakat tersebut kini telah mengairi 103 hektare lahan pertanian dan mendorong peningkatan hasil panen hingga lebih dari 36%.
Program DEB Uma Palak Lestari yang dibina Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai Regional Jatimbalinus berlokasi di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. Program ini dikembangkan untuk menjawab persoalan keterbatasan pasokan air yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama petani, terutama saat musim kemarau panjang.
Untuk melihat langsung dampak program tersebut, Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang bersama Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono melakukan kunjungan ke lokasi pada Sabtu (30/5/2026). Kunjungan tersebut didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta jajaran manajemen perusahaan.
Dalam kunjungan itu, jajaran komisaris meninjau fasilitas program dan melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.
Program DEB hadir dengan mengintegrasikan sektor pertanian, energi terbarukan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Pada sektor pertanian, Pertamina menghadirkan sistem pengairan yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan pembangkit mikrohidro berkapasitas 21 kWp. Pemanfaatan energi bersih tersebut mampu menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun.
Sistem pengairan tersebut telah mendukung kebutuhan air bagi 103 hektare lahan pertanian. Selain itu, kawasan pertanian juga dilengkapi teknologi pengairan digital dan alat pertanian berbasis listrik, seperti traktor elektrik serta mesin penggiling padi.
Pertamina turut membangun Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian. Melalui fasilitas tersebut, petani mendapatkan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak serta pendampingan penggunaan pupuk organik untuk mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga
Integrated Terminal Manggis Jadi Tulang Punggung Energi Bali, Ini Pesan Komisaris Pertamina
Produktivitas dan Pendapatan Petani Meningkat
Program DEB Uma Palak Lestari telah memberikan manfaat kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Dari sisi ekonomi, program tersebut menghasilkan penghematan biaya listrik hingga Rp 44 juta per tahun.
Produktivitas padi juga meningkat signifikan dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Sementara itu, lahan seluas 5 hektare dikembangkan menjadi kawasan budidaya padi organik varietas Mentik Susu yang menghasilkan omzet hingga Rp 476 juta per tahun.
Selain sektor pertanian, kawasan ini berkembang menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, serta area camping ground. Pengembangan tersebut mampu menarik sekitar 72 ribu wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahun.
Kehadiran kawasan wisata tersebut turut menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat dengan nilai mencapai Rp 64 juta per tahun.
Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang menilai program DEB Uma Palak Lestari menjadi contoh keberhasilan integrasi antara pertanian, energi mandiri, dan pengembangan wisata berbasis masyarakat. “Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat,” ujar Nanik.
Menurutnya, model pemberdayaan tersebut memiliki potensi untuk diterapkan di berbagai wilayah operasi Pertamina lainnya. “Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya,” katanya.
Condro Kirono menambahkan bahwa program TJSL harus mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan. Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, semoga bisa membuat mereka memiliki rasa untuk semakin menjaga kehadiran Pertamina, sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional,” ujarnya.
Ketua Kelompok Usaha Bersama Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, mengatakan program TJSL Pertamina telah memberikan perubahan nyata bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar sejak pertama kali dijalankan pada 2021.
Baca Juga
Pertamina Dorong SPBU Bali Tingkatkan Layanan dan Inovasi Bisnis
Menurutnya, berbagai fasilitas dan pendampingan yang diberikan perusahaan berhasil meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Sejak kehadiran program TJSL Pertamina di tahun 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan, ternyata mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan juga meningkatan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat. Saya ucapkan terimakasih kepada Pertamina,” tutupnya.

