Merdeka Copper (MDKA) Tambah Penggunaan Energi Terbarukan dan Reklamasi Lahan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memperluas penggunaan energi terbarukan dan mencatat peningkatan pengelolaan lingkungan, termasuk reklamasi lahan, di sejumlah unit operasional sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keberlanjutan perseroan, langkah itu dilakukan seiring pengembangan sejumlah proyek strategis Grup Merdeka. Salah satunya Tambang Emas Pani yang dikelola anak usaha, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), di Gorontalo dan pengembangan operasional nikel di Sulawesi.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro mengatakan, transisi energi dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam pengembangan operasional perusahaan ke depan.
“Seiring pengembangan proyek-proyek strategis Merdeka, kami terus mendorong penerapan operasional pertambangan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” ujar Albert, dikutip Jumat (15/5/2026).
Baca Juga
Merdeka Copper (MDKA) Rancang Private Placement 10% Saham, Raihan Dana bisa Segini
Menurut Albert Saputro, Merdeka saat ini menjalankan dua pendekatan utama dalam transisi energi, yaitu penggunaan listrik bersih melalui pembelian renewable energy certificate (REC) dari PT PLN (Persero) serta pemanfaatan panel surya di area operasional perusahaan.
Albert mengungkapkan, Tambang Emas Tujuh Bukit yang dikelola PT Bumi Suksesindo telah menggunakan listrik dari pembangkit tenaga air (PLTA), melalui pembelian REC dari PLN sejak 2022.
Menggunakan skema serupa, Tambang Emas Pani pun sejak 1 Januari 2026 efektif menggunakan listrik bersih dari PLTA Bakaru. Aliran ini berdasarkan perjanjian REC yang ditandatangani anak usaha Merdeka Gold Resources dengan PT Management Energy Indonesia, entitas anak PLN.
Selain itu, kata Albert, panel surya telah diintegrasikan di Tambang Tembaga Wetar, Tambang Emas Tujuh Bukit, dan Tambang Nikel SCM sebagai sumber energi terbarukan pendukung operasional.
Baca Juga
Kinerja 2025 Ditopang Emas dan Nikel, Merdeka Copper (MDKA) Ungkap Target di 2026
Di sisi lain, optimalisasi efisiensi bahan bakar Tambang Nikel SCM menghasilkan penghematan 563.293 liter B40 sepanjang 2025. “Seluruh entitas anak Merdeka kini menggunakan bahan bakar B40 di area operasional, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju bahan bakar yang lebih rendah emisi,” tutur dia.
Di sisi lingkungan, menurut Albert Saputro, Merdeka mereklamasi 49,60 ha lahan di area tambang tahun lalu sehingga total akumulasi reklamasi mencapai 143,56 ha. Program rehabilitasi daerah aliran sungai yang dijalankan perusahaan juga mencakup area seluas 6.084 ha di luar wilayah tambang, di luar area rehabilitasi DAS yang telah diserahterimakan kepada pemerintah.
Manajemen pun menyampaikan, seluruh entitas anak Merdeka telah tersertifikasi ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan. Merdeka turut mempertahankan peringkat A dalam MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut.
“Kami juga menjadi satu-satunya perusahaan sektor diversified metals and mining di Indonesia yang memperoleh peringkat tersebut,” tandas Albert.

