Jantara, Langkah Kecil Dompet Dhuafa untuk Target Besar Bawa Peternak Lokal Naik Kelas
Semarang, Investortrust.id - Pagi itu matahari dengan ramah menyinari lembah di antara Gunung Telomoyo dan Merbabu. Lembah di mana Dukuh Dangklik, Desa Tolokan, Getasan, Kabupaten Semarang menjadi tujuan rombongan wartawan ibukota dan regional yang ingin melihat langsung bagaimana program Jantara (Jaringan Tani Ternak) dari Dompet Dhuafa mampu mengubah nasib para petani sekaligus peternak di dukuh yang sejuk itu.
Sejumlah mitra Dompet Dhuafa dengan seragam rompi berwarna abu-abu menyambut rombongan dan langsung mempersilakan untuk menikmati jamuan sarapan di rumah pak Heri, saah satu mitra. Sambil menikmati sarapan tersebut, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah Zaini Tafrikhan mengatakan bahwa program Jantara 2026 ini merupakan program yang pertama dan pengembangan dari program DD Farm yang diterapkan di Kendal sejak tahun 2021.
"Program ini tidak hanya mendistribusikan bantuan ternak, tetapi juga bagaimana peternak rakyat bisa naik kelas. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat namun juga menjadi mitra yang mandiri dan mampu mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan." Katanya kepada wartawan di Desa Tolokan, Selasa, (13/5/2026).
Zaini menjelaskan lebih lanjut bahwa upaya mereka saat ini boleh dibilang masih kecil dibanding target nasional, yakni sejumlah 46 ribu ekor domba untuk distribusikan ke seluruh Indonesia, bahkan sampai luar negeri. Khusus Jateng mendapat distribusi 1.580 ekor domba. Di Desa Tolokan, Dompet Dhuafa mendistribusikan 50 bibit domba yang dikelola oleh 5 mitra untuk menghidupkan kandang yang kosong. Program ini mendukung suplai hewan kurban melalui penyediaan domba berkualitas dari hasil ternak warga Desa Tolokan.
"Kalau targetnya di wilayah kami sendiri, total berarti kurang lebih 2000 ekor domba. Jadi kami masih bagian terkecil untuk serapan yang ada di wilayah Jawa Tengah," Zaini menerangkan.
“Melalui program Jantara, kami tidak hanya fokus pada pengelolaan hewan ternak untuk kebutuhan kurban, tetapi juga berupaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dengan memperkuat kapasitas peternak, membangun kemandirian usaha, dan memperluas jejaring ekonomi berbasis komunitas,” tutur Zaini yang bertugas di Dompet Dhuafa Jawa Tengah sejak tahun 2023.
Desa Tolokan sendiri sebelumnya adalah mitra Dompet Dhuafa dalam program sedekah sayur dan bantuan air bersih. Zaini kemudian melihat potensi dan komitmen warga desa yang kuat untuk berkembang.
Dengan pendekatan pemberdayaan Jantara ini, Dompet Dhuafa Jateng memastikan peternak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subjek utama dalam pengelolaan dan pengembangan usaha ternaknya.
Program Jantara Dompet Dhuafa tidak hanya memberikan bibit ternak namun juga pendampingan intensif dari dokter hewan yang disediakan oleh Dompet Dhuafa. Pendampingan itu meliputi pengelolaan kandang, pemberian pakan, pemeriksaan kesehatan hewan ternak hingga strategi pemasaran untuk menghindari tengkulak.
Dokter Hewan Harmanto yang turut hadir pada acara itu menyampaikan bahwa kondisi hewan ternak di Desa Tolokan secara umum dalam kondisi yang baik. Namun ia tetap meminta peternak untuk selalu waspada dan siaga terhadap penyakit seperti PMK, scabies, cacar mulut hingga pink eye yang kerap terjadi usai hewan ternak mengalami perpindahan lokasi yang cukup jauh.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Tolokan Dwi Wahono dengan senang hati menyambut baik program Dompet Dhuafa ini. "Selama ini warga kami masih beternak secara tradisional. Dengan pendampingan dari Dompet Dhuafa dan dokter hewan, masyarakat jadi memahami cara beternak yang lebih modern dan sehat. Pertumbuhan ternaknya juga sangat bagus." ungkapnya.
Program Jantara dibentuk agar petani atau peternak dapat membentuk ekosistem tani ternak yang terhubung, berkekuatan, berdaya saing dan mampu membawa kesejahteraan peternak rakyat naik kelas.
Jantara diharapkan dapat memperkuat rantai pasok hewan ternak secara berkesinambungan sekaligus menjadi salah satu penopang utama penyediaan ternak berkualitas dari peternak binaan.
Jantara akan terus dikembangkan melalui pendampingan rutin, pelatihan lanjutan, serta integrasi dengan program-program pemberdayaan lainnya. Dengan semangat kolaborasi dan kemandirian, Dompet Dhuafa Jateng optimistis Program Jantara dapat menjadi langkah nyata dalam membangun peternakan rakyat yang berdaya, berkelanjutan, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.

