Menko Pangan Zulhas Targetkan 25 Lokasi PSEL Rampung pada 2028
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyebutkan pemerintah mempercepat penanganan darurat sampah nasional melalui pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di berbagai daerah.
Menurut Menko Zulhas, langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan sampah yang menimbulkan pencemaran dan mengancam keselamatan masyarakat segera diselesaikan.
Baca Juga
Bos Danantara Sebut Bangun PSEL di Jakarta Butuh Investasi Rp 17,3 Triliun
“Beliau (Presiden Prabowo) mengatakan tidak mungkin kita akan jadi negara yang maju, kalau sampah aja kita tidak bisa selesaikan, yang menyebabkan polusi, polusi tanah, air, udara, mengancam kesejahteraan, keselamatan masyarakat," ujar Zulhas saat konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Pemerintah menargetkan penanganan 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota dalam tiga tahun ke depan atau 2028. Ia menyebutkan, proses administrasi dan persiapan proyek ditargetkan selesai dalam enam bulan, sementara pembangunan fasilitas ditargetkan memakan waktu sekitar dua tahun.
“Sehingga 2027 separuh selesai, 2028 bulan Mei, insyaallah semuanya selesai," terang Ketua Umum PAN tersebut.
Baca Juga
Pemerintah Groundbreaking 5 Proyek PSEL Juni 2026, Olah 7.000 Ton Limbah per Hari Jadi Listrik
Zulhas menjelaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menangani lokasi-lokasi yang sudah masuk kategori darurat akibat praktik open dumping dan penumpukan sampah dalam jumlah besar. Dari total persoalan sampah nasional, sekitar 22,5% masuk kategori darurat dengan volume di atas 1.000 ton per hari.
“Yang kita bahas hari ini itu yang kategori darurat, yang open dumping, yang sudah numpuk-numpuk,” ungkap Menko Pangan Zulhas.

