Perkuat Keberlanjutan, Program Sosial MIND ID Berdampak pada Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Holding industri pertambangan milik negara, MIND ID, memperkuat komitmen keberlanjutan di seluruh wilayah operasional dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial dalam aktivitas bisnisnya, sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID Tedy Badrujaman menyampaikan bahwa praktik pertambangan yang baik menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja lingkungan dan sosial di seluruh entitas grup. Ia menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan diterapkan sejak tahap awal perencanaan hingga proses pemulihan pascatambang.
Menurut Tedy, pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga melampaui standar yang ditetapkan pemerintah. “Kalau berusaha harus memperhatikan kondisi alam sekitar. Ini adalah komitmen sesuai dengan aturan yang ada, dan bahkan kita mencoba lebih dari aturan yang ada. Apa pun yang kita jalankan adalah untuk lingkungan tempat hidup kita,” ujar Tedy dikutip Senin (20/4/2026).
Baca Juga
Hilirisasi Digenjot, MIND ID Bangun Rantai Industri Terintegrasi
Ia menjelaskan bahwa seluruh anggota grup MIND ID tidak sekadar menjalankan program berbasis kepatuhan, tetapi berupaya meningkatkan kualitas lingkungan melalui berbagai inovasi yang melibatkan masyarakat secara langsung dan memiliki dampak terukur.
Salah satu implementasi dilakukan oleh PT Timah Tbk melalui unit Pengolahan dan Pemurnian Muntok. Perusahaan tersebut menjalankan program Menjaga Nusantara yang memanfaatkan lahan bekas tambang ilegal menjadi pusat pembinaan usaha masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Timah mengembangkan berbagai inisiatif, seperti bank sampah dan pemanfaatan limbah kulit udang menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini juga terintegrasi dengan pengembangan usaha batik ciprat, batik ecoprint, usaha makanan ringan, budidaya hidroponik, hingga usaha pempek udang yang melibatkan mantan penambang ilegal.
Sementara itu, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menjalankan program inovasi sosial di Desa Kuta Tanjung dengan pendekatan terintegrasi. Program ini menggabungkan penguatan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pemanfaatan potensi lokal serta pemberdayaan kelompok rentan, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan pemuda.
Program tersebut tercatat menghasilkan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Inalum mampu menciptakan pendapatan masyarakat sebesar Rp 2,9 miliar, mengelola 28.625,8 kilogram sampah melalui sistem bank sampah, serta berkontribusi pada penurunan emisi sebesar 11.494 ton CO₂ ekuivalen.
Capaian tersebut turut mendapat pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup melalui penghargaan Proper Emas 2025. Proper merupakan program penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang diberikan kepada perusahaan dengan kinerja unggul.
Tedy menegaskan bahwa aktivitas pertambangan memang tidak terhindarkan dari perubahan bentang alam. Namun, menurutnya, dampak tersebut dapat dikendalikan dan dipulihkan apabila perusahaan menerapkan prinsip keberlanjutan secara komprehensif.
Baca Juga
Dirut MIND ID Maroef Sjamsoeddin Raih Green Leadership di PROPER 2025
“Kami berupaya memastikan bagaimana kegiatan tambang diikuti dengan berbagai upaya pengendalian dan pemulihan yang sesuai kaidah, dan bahkan lebih jauh lagi untuk dapat menjaga kelestarian alam dengan inovasi sosial yang tepat,” kata Tedy.
Upaya MIND ID ini mencerminkan transformasi sektor pertambangan menuju praktik yang lebih bertanggung jawab, tidak hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya, tetapi juga penciptaan nilai sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

