Wamenpar: Perputaran Ekonomi Wisata Lebaran 2026 Tembus Rp165,7 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati melaporkan lonjakan signifikan jumlah masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran 2026 untuk berwisata. Meski rata-rata pengeluaran per individu mengalami penurunan, total perputaran ekonomi di sektor pariwisata justru meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Ni Luh memaparkan bahwa estimasi perputaran ekonomi periode Lebaran tahun ini mencapai Rp165,7 triliun, naik dari Rp137 triliun pada tahun 2025 berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Wamenpar menyoroti adanya peningkatan proporsi masyarakat yang memilih berwisata di tengah momentum mudik.
"Pada tahun 2025, sekitar 6,3 persen masyarakat melakukan perjalanan ke lokasi wisata. Tahun 2026 ini angka tersebut meningkat dua kali lipat menjadi 12 persen atau setara dengan 17,27 juta orang," jelas Ni Luh dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Menariknya, tren ini tetap tumbuh meski daya beli per keluarga sedang terkoreksi. Rata-rata pengeluaran per keluarga pada 2026 tercatat sebesar Rp3,7 juta (turun dari Rp4,9 juta di tahun lalu), sementara pengeluaran per individu berada di angka Rp1,1 juta dibanding Rp1,2 juta pada 2025.
Baca Juga
Investasi Properti Jadi Motor Ekonomi, Dorong Pariwisata hingga UMKM
Pergeseran Konsumsi ke Sektor Pengalaman
Meski pengeluaran per kepala turun, besarnya volume wisatawan mendorong total belanja di sektor pariwisata naik dari Rp11,04 triliun pada 2025 menjadi Rp19,86 triliun pada 2026.
"Hal ini menunjukkan adanya pergeseran dari konsumsi berbasis rumah tangga menjadi konsumsi berbasis pengalaman (experience-based consumption), khususnya pada sektor pariwisata," tambahnya.
Ni Luh menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga momentum ini agar dampak pengganda (multiplier effect) terus dirasakan langsung oleh pelaku usaha di daerah.
Wamenpar juga memberikan perhatian khusus pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga destinasi regeneratif yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Total pengeluaran wisatawan di destinasi-destinasi unggulan ini mencapai lebih dari Rp12,27 triliun.
"Angka ini mencerminkan kontribusi signifikan, yakni sekitar 61,8 persen dari total estimasi pengeluaran nasional di sektor pariwisata," kata Ni Luh.
Kontribusi terbesar tercatat berasal dari destinasi populer seperti Borobudur, Yogyakarta, Prambanan, Bromo Tengger Semeru, dan Danau Toba. Sebaran ekonomi ini membuktikan bahwa dampak libur Lebaran kini terdistribusi lebih kuat ke daerah-daerah melalui aktivitas pariwisata.

