Pegadaian Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Pedagang Bakso Yogyakarta
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pegadaian melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL)memberikan dukungan penuh terhadap penerbitan sertifikat halal bagi 60 (enam puluh) pelaku usaha mie dan bakso.
Mereka yang menerima bantuan penerbitan sertifikasi halal tersebut tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mie Bakso (APMISO) Yogyakarta, dengan periode penerbitan Desember 2023 hingga akhir Januari 2024.
Langkah fasilitasi ini merupakan kerja sama PT Pegadaian berkolaborasi dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta. Dukungan ini mencakup edukasi tentang pentingnya sertifikat halal, pendampingan proses sertifikasi, serta pembiayaan bagi pelaku usaha yang memerlukan bantuan dana untuk memenuhi standar sertifikasi halal.
"Kami menyadari pentingnya sertifikat halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM. Melalui dukungan ini, kami berharap dapat membantu seluruh pelaku UMKM, (untuk saat ini) dimulai dulu dari Asosiasi Mie dan Bakso, namun untuk ke depan kami berharap bisa seluruh lini UMKM, khususnya binaan PT Pegadaian dapat juga tumbuh dan berkembang, sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah.", ungkap Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan PT Pegadaian, Eka Pebriansyah dalam pernyataan yang diterima Senin (5/2/2024).
Baca Juga
Gandeng Pegadaian, Maybank Lansir Tabungan Emas Mulai dari Rp10.000
Tidak hanya terkait administrasi, dalam proses memperoleh sertifikat halal ini jiga mengatur kualitas dan higienitas makanan. Sebelumnya pada tahun 2023, PT Pegadaian turut membantu Asosiasi Pedagang Mie Bakso (APMISO) terkait penyediaan mesin penggilingan daging dan mesin pembuatan bakso untuk meningkatkan kualitas sanitasi yang saat ini sudah terpasang di Semarang, Yogyakarta, Bantul, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, hingga Tangerang Selatan.
Di Tempat terpisah, Dewan Pakar APMISO Nusantara, Guntur Subagja Mahardika menyampaikan keresahannya selama ini terkait kondisi pengusaha mikro, terutama pedagang bakso.
“Ekosistem produksi bakso dari produsen hingga ke tangan konsumen belum terkelola dengan baik. Para pedagang bakso, sebagian masih menggiling dagingnya di mesin penggilingan umum di pasar-pasar. Padahal, kualitasnya seringkali kurang higienis. Kondisi ini pula yang membuat bakso usaha mikro sulit memperoleh sertifikat halal,” ujar Guntur

