Lonjakan Arus Balik Lebaran, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 150%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat puncak arus balik Angkutan Lebaran 2026 ditandai lonjakan volume pelanggan kereta api jarak jauh dengan tingkat okupansi melampaui 140% selama empat hari berturut-turut.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan, sebanyak 242.810 pelanggan dengan okupansi 150,7% tercatat pada 22 Maret 2026. Angka tersebut meningkat pada 23 Maret menjadi 247.025 pelanggan atau 154,1%, lalu meningkat lagi pada 24 Maret dengan 250.650 pelanggan atau 153,4%, kemudian pada 25 Maret turun sebanyak 230.784 pelanggan atau 141,2%.
Baca Juga
KAI Tingkatkan Keandalan LRT Jabodebek pada Puncak Mudik Lebaran
"Capaian tersebut melampaui rekor volume harian tertinggi Lebaran tahun sebelumnya sebesar 223.348 pelanggan kereta api jarak jauh," kata Anne dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Hingga 26 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, lanjut Anne, penjualan tiket Angkutan Lebaran tercatat mencapai 4.479.481 tiket atau 99,6% dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk.
"Penjualan tiket kereta api jarak jauh mencapai 3.809.761 tiket atau 106,7% dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Sementara itu, KA lokal mencatat penjualan 669.720 tiket atau 72,3% dari total kapasitas 926.936 tempat duduk," papar dia.
Anne menyebut, peningkatan volume pelanggan terjadi sejak pertengahan Maret dan berlanjut pada fase arus balik Lebaran. “Perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan saat ini memasuki fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena nyaman, terjadwal, dan memberikan kepastian perjalanan,” ujar dia.
Sepanjang periode 11–25 Maret 2026, KAI telah melayani 3.407.548 pelanggan di Pulau Jawa dan Sumatra, terdiri dari 2.859.152 pelanggan kereta api jarak jauh dan 548.396 pelanggan KA lokal.
Baca Juga
KAI Siapkan 2.200 Hunian Vertikal di Kawasan Stasiun Manggarai, Intip Harganya
Memasuki 26 Maret 2026, kata Anne, tren arus balik masih berlangsung. Hingga pagi hari, sebanyak 196.401 pelanggan kereta api jarak jauh dijadwalkan berangkat dengan okupansi sementara mencapai 120,2% dan masih berpotensi meningkat.
Anne menjelaskan, tingkat okupansi di atas 100% merupakan hal umum dalam operasional kereta api jarak jauh. “Dalam satu perjalanan, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi berbeda. Skema ini membuat jumlah pelanggan yang dilayani dapat melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia,” kata dia.

