Indonesia Perkuat Diplomasi Perdagangan dengan Singapura untuk Aksesi CPTPP
Poin Penting
|
TAGUIG, investortrust.id – Pemerintah Indonesia melalui Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pertemuan bilateral strategis dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong.
Pertemuan yang berlangsung di sela-sela agenda the 32nd ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Retreat di Taguig, Filipina, pada Jumat (13/3/2026) ini menjadi momentum krusial bagi penguatan integrasi ekonomi kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Wamendag Roro Esti menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Singapura yang telah sukses menyelenggarakan konferensi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada Februari 2026. Hasil dari konferensi tersebut dinilai menjadi wawasan berharga bagi Indonesia dalam meningkatkan implementasi RCEP serta mempersiapkan General Review 2027. Selain itu, Indonesia mengharapkan dukungan penuh dari Singapura terhadap prioritas Komite Bersama RCEP yang berada di bawah Work Programme 2026.
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah penegasan komitmen Indonesia untuk bergabung ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja perdagangan berstandar tinggi yang sejalan dengan agenda transformasi ekonomi nasional. Minat aksesi ini tidak hanya didasarkan pada pertimbangan perluasan pasar, tetapi juga kesiapan Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan disiplin perdagangan dan standar kelembagaan internasional yang lebih maju.
Baca Juga
Kemendag dan OJK Koordinasikan Tata Kelola Penagihan yang Sehat
Dalam kesempatan tersebut, Wamendag Roro menegaskan bahwa Indonesia memahami ketatnya proses aksesi yang membutuhkan disiplin tinggi guna menjaga kredibilitas CPTPP. Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam konsultasi bilateral yang lebih mendalam guna memberikan klarifikasi pada area-area prioritas. Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia yang telah secara resmi mengajukan permohonan aksesi sejak 2024 dan pengisian kuesioner pada tahun 2025.
Merespons hal tersebut, Gan Kim Yong menyampaikan dukungan terhadap langkah serius Indonesia. Singapura menilai kehadiran Indonesia dalam CPTPP akan semakin memperkuat posisi strategis dan peran negara-negara ASEAN dalam arsitektur perdagangan kawasan yang terbuka dan kredibel. Secara ekonomi, keikutsertaan Indonesia diproyeksikan mampu meningkatkan nilai ekspor nasional hingga 19 persen.
Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Singapura sendiri terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan nilai total mencapai 14,6 persen sepanjang periode 2020 hingga 2025. Sebagai mitra dagang utama, Singapura menempati posisi kedelapan negara tujuan ekspor dan sumber impor keempat bagi Indonesia. Komoditas utama yang mendominasi perdagangan kedua negara meliputi sektor energi, minyak bumi, perhiasan, hingga perangkat teknologi informasi.

