Bahlil Minta Masyarakat Tidak Panic Buying, Tegaskan Stok BBM Aman
JAKARTA, investortrust.id - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tidak panik dengan membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Bahlil menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman.
"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup," kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga
Bahlil Pastikan Stok Aman dan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Masyarakat Diminta Tidak 'Panic Buying'
Bahlil meluruskan mengenai stok BBM nasional berada pada kisaran 21-25 hari konsumsi nasional. Dijelaskan, 21-25 hari tersebut merupakan kapasitas storage BBM yang dimiliki Indonesia. Namun, Bahlil menegaskan industri minyak nasional terus berproduksi. Impor minyak juga masih berjalan.
"Jadi yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita, tetapi itu kan dia pergi dan datang lagi. Industri kita jalan terus dan impor kita enggak ada masalah," katanya.
Ditekankan, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah. Sementara minyak jadinya mengandalkan impor dari Asia Tenggara dan produksi dalam negeri.
"Jadi harusnya enggak perlu ada sampai (panic buying)," harapnya.
Baca Juga
Ketua Komisi XI DPR Minta Kenaikan Harga BBM Subsidi Jadi Opsi Paling Akhir
Bahlil menjelaskan, gejolak harga minyak internasional memang berpotensi berdampak pada anggaran pemerintah, terutama terkait peningkatan kebutuhan subsidi energi. Namun pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
“Kalau terus terjadi, pasti dampaknya pada anggaran pemerintah karena akan menambah kebutuhan subsidi. Tapi kita sedang memitigasi dengan mencari sumber energi lain selain energi fosil, termasuk energi nabati,” kata Bahlil.

