BI: Penjualan Eceran Meningkat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2026 tumbuh 5,7% dibandingkan Januari 2025 atau secara tahunan (year on year/yoy) dari 218,5 menjadi 223,6. Kondisi ini mengindikasikan kinerja penjualan eceran meningkat (yoy).
Peningkatan IPR Januari 2026 berasal dari kelompok barang budaya dan rekreasi dengan indeks sebesar 64, atau tumbuh 15,9% (yoy), disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat 315,9, naik 8,1% (yoy).
“Penopang lainnya yaitu subkelompok sandang sebesar 86,3, tumbuh 3,4% secara tahunan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan pers, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga
Denny menjelaskan, IPR Januari 2026 terkontraksi 2,7% secara bulanan (month to month/mtm) atau dibanding Desember 2025 yang tercatat 229,8. Kontraksi terjadi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (minus 7,7% mtm) serta suku cadang dan aksesoris (minus 3,8% mtm).
Selain itu, menurut Denny, terjadi kontraksi pada kelompk makanan, minuman, dan tembakau (minus 2,5%) dan subkelompok sandang (minus 3%) seiring berakhirnya hari besar keagamaan nasional dan Tahun Baru.
“Satu-satunya kelompok yang mengalami pertumbuhan yaitu kelompok barang budaya dan rekreasi. Kelompok ini tumbuh 3,1% (mtm),” ujar dia.
Dia mengungkapkan, pada Februari 2026, IPR diperkirakan mengalami pertumbuhan, baik secara tahunan (yoy) maupun bulanan (mtm). IPR Februari 2026 diperkirakan mencapai 233,5, tumbuh 6,9% (yoy).
Kelompok yang diproyeksi naik, kata Ramdan Denny Prakoso, yaitu suku cadang dan aksesoris, perlengkapan rumah tangga lainnya, dan subkelompok sandang.
Baca Juga
Survei BI Proyeksikan Penjualan Eceran Menurun 3 Bulan Mendatang, Tekanan Inflasi Meningkat
“Ini sejalan dengan permintaan yang meningkat saat hari besar keagamaan nasional, yaitu Ramadan dan persiapan Idulfitri,” tutur dia.
Dia menambahkan, secara bulanan, pertumbuhan IPR diperkirakan meningkat dari posisi sebelumnya (Januari 2026) yang mengalami kontraksi.
“Hampir seluruh kelompok penjualan diproyeksikan meningkat, terutama pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, dan subkelompok sandang,” papar Denny.

