AI Bisa Genjot Ekonomi Digital RI, Pemerintah Targetkan 500 Ribu Talenta Developer
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menilai kecerdasan buatan (AI) akan menjadi motor utama ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Alasan ini diperkuat melalui penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 di Jakarta.
Deputi III Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan sektor digital kini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% pada periode 2028-2029.
“Momentum tahun ini berbeda. Kita melihat pertumbuhan ekonomi yang didorong sektor digital, di mana AI menjadi pendorong utama,” ujar Ali.
Ia menyebut ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus lebih dari US$ 130 miliar pada 2026. Pemerintah juga menempatkan AI bersama semikonduktor dan bioteknologi sebagai sektor strategis masa depan.
Ali menambahkan pemerintah tengah mendorong implementasi AI melalui berbagai program piloting di sektor pendidikan dan kesehatan. Selain itu, kompetisi inovasi digital juga digelar untuk mempercepat pengembangan talenta teknologi.
“Target kami bukan hanya pengguna teknologi, tetapi melahirkan 500.000 talenta aktif sebagai developer AI,” tegasnya.
Sementara itu, Chairman ASOCIO Stan Singh-Jit menilai dunia saat ini telah memasuki dekade AI yang akan mengubah berbagai sektor industri. Teknologi ini tidak lagi bersifat niche, melainkan telah menjadi alat utama dalam transformasi ekonomi global.
Baca Juga
ASOCIO AI Summit 2026 Siap Digelar di Jakarta, 800 Delegasi dari 24 Negara Hadir
“Kita hidup di dekade AI. AI bukan lagi teknologi khusus, melainkan alat yang kita gunakan untuk menjalankan berbagai aktivitas,” ujar Stan.
Menurutnya, kekuatan AI sangat bergantung pada data serta ekosistem inovasi yang kuat. Karena itu, negara perlu mendorong pengembangan talenta muda, startup teknologi, serta strategi nasional yang jelas.
Stan menilai kekhawatiran bahwa AI akan sepenuhnya menggantikan manusia merupakan persepsi yang keliru. Sebaliknya, AI justru mempercepat pekerjaan pada sektor yang memiliki biaya tenaga kerja tinggi.
Lebih lanjut, sebagai tuan rumah ASOCIO Digital AI Summit 2026, Indonesia juga dinilai punya potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital.
"Indonesia punya ekosistem digital yang dinamis. Kami percaya penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit di Jakarta akan memperkuat kolaborasi regional dalam pengembangan AI," pungkasnya.

