Mobil Listrik Polytron G3 dan G3+ Mulai Dilirik Pasar, Produksi Lokal Jadi Andalan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sebagai pendatang baru di industri otomotif nasional, Polytron mencoba menunjukkan performa yang kompetitif di pasar kendaraan listrik Indonesia. Melalui produk mobil listrik perdananya, Polytron berhasil mencatatkan penjualan yang mampu bersaing bahkan melampaui sejumlah merek otomotif global dari Jepang maupun Tiongkok.
Berdasarkan data penjualan wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun 2025 Polytron telah mendistribusikan sebanyak 455 unit mobil listrik ke jaringan dealer. Sementara dari sisi penjualan ritel (dealer ke konsumen), tercatat 353 unit kendaraan berhasil terjual.
Capaian ini dikatakan manajemen Polytron dalam siaran persnya, Jumat (6/3/2026) menempatkan Polytron di atas sejumlah merek otomotif internasional dalam hal distribusi wholesales, menunjukkan bahwa produk mobil listrik Polytron mulai mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari pasar domestik.
Memasuki tahun 2026, Polytron mencatat distribusi wholesales sebanyak 82 unit, dengan penjualan retail sebesar 12 unit. Berdasarkan data wholesales tersebut, Polytron menempati peringkat ke-25 mobil terlaris di Indonesia, mengungguli sejumlah merek global seperti DFSK, Citroen, BAIC, Lexus, Ford, Mini, Changan, Nissan, Subaru, Volkswagen, hingga Audi. Sementara berdasarkan penjualan retail, Polytron berada di posisi ke-39, tepat di atas Volvo, Changan, dan Audi.
Baca Juga
Ekspansi Produk, Polytron Siapkan Laptop Perdana Jelang Usia Emas
Saat ini Polytron menghadirkan satu model mobil listrik yang tersedia dalam dua varian, yaitu G3 dan G3+. Kedua varian tersebut dirakit di fasilitas produksi PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat.
Pada Januari 2026, Polytron tercatat memproduksi 154 unit kendaraan, sementara sepanjang tahun 2025 total produksi mencapai 531 unit. Polytron menonjolkan kombinasi dimensi kabin yang lapang dan performa kompetitif pada lini mobil listriknya sebagai upaya memperkuat daya saing di pasar kendaraan listrik nasional.
Secara dimensi, mobil listrik Polytron memiliki panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm, serta wheelbase 2.800 mm. Ukuran tersebut memberi ruang kabin dan bagasi yang lega, dengan kapasitas bagasi mencapai 1.141 liter.
Baca Juga
Menperin Bocorkan Pabrikan yang Bakal Garap Mobil Nasional, Ada Polytron hingga Maung
Untuk mendukung kenyamanan pengguna, kendaraan ini juga dibekali fitur Electronic Tail Gate with Kick Sensor, yang memudahkan akses ke ruang bagasi. Dari sisi performa, Polytron membekali kedua varian mobil listriknya dengan spesifikasi yang cukup kompetitif di kelasnya. Kendaraan ini memiliki jarak tempuh hingga 402 kilometer berdasarkan standar CLTC, kecepatan maksimum 150 km per jam, serta kemampuan akselerasi 0–100 km per jam dalam sekitar 9,6 detik. Mobil listrik tersebut menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh, dengan tenaga maksimum 150 kW dan torsi puncak 320 Nm.
Spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa Polytron tidak hanya menitikberatkan pada efisiensi kendaraan listrik, tetapi juga pada aspek kenyamanan ruang dan performa berkendara untuk kebutuhan pasar domestik.

