Investor Berburu 'Safe Haven' karena Konflik Timur Tengah, Harga Emas Naik 1,6%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas naik pada perdagangan Kamis (5/3/2026) dipicu meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong investor kembali memburu aset safe haven. Sementara pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) turut memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut.
Harga emas spot naik 1,6% menjadi US$ 5.166,75 per ons pada pukul 14.12 GMT setelah sehari sebelumnya sempat anjlok lebih dari 4%. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April naik 1,1% menjadi US$ 5.177,60.
Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals Peter Grant mengatakan pelemahan dolar menjadi salah satu faktor utama yang menopang penguatan harga emas di pasar global.
Baca Juga
“Dolar AS mengalami penurunan, yang memberikan dukungan. Secara keseluruhan, faktor-faktor makro-fundamental tetap mendukung harga emas. Tentu saja, selama perang dengan Iran masih berlangsung, hal itu juga akan tetap mendukung,” kata Peter Grant dikutip CNBC.
Ia menilai volatilitas harga kemungkinan masih akan berlanjut di tengah ketidakpastian geopolitik global. “Ada risiko bahwa volatilitas akan berlanjut. Tetapi saya tetap optimistis dan berpikir kita akan melihat rekor tertinggi baru sepanjang masa,” ujarnya.
Dolar Amerika Serikat sebelumnya menguat tajam pada Selasa (4/3/2206) sebelum akhirnya melemah pada sesi berikutnya. Pelemahan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Ketegangan geopolitik juga meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan terhadap Iran. Menurut tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, milisi Kurdi Iran dalam beberapa hari terakhir berkonsultasi dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan menyerang pasukan keamanan Iran di wilayah barat negara itu.
Emas dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, tetapi sering dipilih investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Logam mulia ini biasanya lebih diminati ketika suku bunga berada pada level rendah.
Dari sisi ekonomi, laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta di Amerika Serikat pada Februari meningkat lebih tinggi dari perkiraan pasar, meskipun data bulan sebelumnya direvisi turun cukup tajam.
Pasar kini menunggu rilis laporan ketenagakerjaan resmi Amerika Serikat pada Jumat (6/3/2026). Survei ekonom Reuters memperkirakan jumlah pekerjaan di sektor nonpertanian akan bertambah 59.000 pada Februari setelah naik 130.000 pada Januari.
Baca Juga
Emas Bangkit ke US$ 5.120 karena Pelemahan Dolar dan Konfik Timur Tengah
Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 3,1% menjadi US$ 84,55 per ons setelah pada sesi sebelumnya turun lebih dari 8%. Harga platinum spot naik 3,8% menjadi US$ 2.160,64 per ons, sedangkan paladium menguat 3,5% menjadi US$ 1.705,71 per ons.
Dewan Investasi Platinum Dunia atau World Platinum Investment Council (WPIC) menyatakan pasar platinum global diperkirakan menghadapi defisit pasokan tahunan untuk keempat kalinya secara berturut-turut pada 2026.

