Asean-Indo-Pacific Forum Tawarkan Proyek US$ 129 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Asean-Indo-Pacific Forum (AIPF) yang akan digelar 5-6 September 2023 diperkirakan bakal menawarkan berbagai proyek senilai sekitar US$ 129 miliar. Forum ini merupakan salah satu flagship event dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Jakarta, bulan depan.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Pahala Mansury mengatakan, program yang sudah dikurasi sekitar US$ 22 miliar. Hal itu untuk memastikan program-program tersebut memiliki potensi keberhasilan tinggi dan membawa manfaat bagi warga.
“Pertemuan itu sebagai bagian dari KTT Asean di Jakarta. Dalam AIPF, Asean akan terus mengembangkan ide yang konkret bagi masyarakat, yang bertujuan membangun Indo Pasifik sebagai kawasan yang inklusif dan kolaboratif melalui kerja sama. Ada empat isu yang nanti akan dibahas, yaitu green infrastructure, global supply chain, sustainable financing, serta bagaimana kawasan Indo-Pasifik membangun tourism yang kolaborarif dan creative industry salah satu topik yang juga dibahas," ujarnya dalam konferensi pers Road to Asean Summit dengan tema “Kerja Sama Konkret Wujudkan Asean Epicentrum of Growth”, Jakarta, Jumat (18/08/2023).
Ia menjelaskan, kerja sama lintasnegara ini bisa dilakukan dalam hal pembiayaan, dengan salah satu yang ingin didorong ke depan adalah di bidang sustainability financing. Bank bank yang ada di Asean ini saat ini sudah menyampaikan bahwa carbon avoidance adalah salah satu yang bisa dikategorikan sebagai sustainable financing.
“Kita berharap bahwa bank-bank ataupun lembaga keuangan yang ada di kawasan Asean bisa memberikan sharing kepada lembaga lembaga pembiayaan dan lembaga-lembaga keuangan lainnya bagaimana sustainability financing itu bisa dilakukan, melalui pelaksanaan carbon evidence dan juga ada kesepahaman, kesepakatan norma mengenai hal tersebut. Saat ini ada 2 negara di kawasan Asean yang sudah terlibat dalam proses diskusi Just Energy Transition Partnership (JETP), yaitu Indonesia dan Vietnam,” paparnya.
Pahala menegaskan, kerja sama akan dilakukan untuk keuntungan seluruh negara anggota. Indonesia selaku pemegang presidensi Asean memastikan tidak akan meninggalkan siapa pun.
“Indo Pasifik merupakan kawasan yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia. Kawasan ini menyumbang 65% pertumbuhan ekonomi dunia. Dikusi di kawasan Indo Pasifik tidak akan hanya terkait isu keamanan, tapi juga dari perspektif ekonomi. AIPF dapat menjadi sarana kolaborasi untuk seluruh pemangku kepentingan di negara-negara Indo Pasifik," kata mantan bankir ini.
AIPF, lanjut dia, akan dibuka secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri 900 peserta. Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk membangun kawasan yang inklusif dan makmur, berkolaborasi antara pihak pemerintah, swasta, maupun special operations executive (SOE).
