Usai Ekspor Perdana, Mentan Targetkan Bisa Kirim 50.000 Ton Beras ke Arab Saudi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan potensi pasar ekspor beras ke Arab Suadi berpotensi lebih besar karena mencakup jemaah umrah dan mukimin Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.
Hal tersebut diungkapkan pada saat ekspor perdana beras ke Arab Saudi. Ia menjelaskan, ekspor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi 215 ribu jamaah haji Indonesia di Arab Saudi dengan total sebanyak 2.280 ton.
Menurut Mentan Amran, ke depannya, selain Arab Saudi, pemerintah Indonesia juga telah menjajaki peluang ekspor beras ke sejumlah negara lain, seperti di antaranya Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Baca Juga
Ekspor Beras RI ke Arab Saudi Aman Meski Perang di Timur Tengah
“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 hingga 50 ribu ton,” ujar Mentan Amran di Gudang Bulog, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Mentan Amran menambahkan, volume ekspor tahap awal ini mencapai 2.280 ton dengan nilai Rp 38 miliar. Ia memegaskan capaian tersebur sebagai aksi nyata pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen beras.
“Nah ini 2.280 ton, 2.000 ya bukan 1.000 ton ya ini aksi nyata bukan ilusi, kita kirim 2.000 jadi bukan 1.000 ton,” tegasnya.
Diketahui, produksi beras yang diekspor ini marupakan hasil dari empat fasilitas pengolahan, yakni Wilmar Serang, Wilmar lainnya, serta unit pengolahan Bulog di Karawang dan Subang. Pengiriman dijadwalkan mulai 7 Maret 2026, dengan dukungan pelayaran internasional dan pengapalan nasional.

