Perluas Partisipasi Publik, PT SMI Berencana Terbitkan Obligasi Ritel
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI berencana meluncurkan obligasi ritel, sebagai penguatan pendanaan berkelanjutan untuk korporasi. Instrumen investasi ini akan memperluas kesempatan partisipasi publik dalam ekosistem pembiayaan pembangunan nasional.
Rencana tersebut, jadi bagian dari strategi perseroan dalam melakukan diversifikasi sumber pendanaan, melengkapi rekam jejak pendanaan yang selama ini masih didominasi investor institusi dan korporasi.
Direktur Utama Sarana Multi Infrastruktur Reynaldi Hermansjah mengatakan, skema pendanaan yang lebih kuat, kolaboratif, dan beragam, diperlukan seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan nasional.
Manajemen SMI memandang, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan. Dengan memperbesar ruang partisipasi masyarakat, pembangunan dipercaya dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan, tanpa bergantung pada satu atau dua sumber pembiayaan saja.
“Sebagai fiscal tool pemerintah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” Reynaldi dalam media briefing di Kantor SMI, baru-baru ini.
Sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, SMI memiliki mandat sebagai agen pembangunan berkelanjutan yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan bangsa.
Baca Juga
PUB Obligasi Keberlanjutan 1 Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Dimulai, Total Rp 12 Triliun
Dalam menjalankan mandat tersebut, SMI memastikan setiap pembiayaan yang disalurkan tidak hanya memenuhi kebutuhan proyek, tetapi juga memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur.
Pasalnya pembangunan khusus di sektor infrastruktur merupakan fondasi penting bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan infrastruktur yang memadai memperkuat konektivitas, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional.
Sejak pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014, PT SMI menjadi salah satu penerbit surat utang yang aktif di pasar domestik, melalui berbagai instrumen. Investasi dimaksud, meliputi green bond, sustainability bond, sukuk mudharabah, serta penerbitan zero-coupon bond pertama perseroan pada 2025.
Total dana yang dihimpun melalui penerbitan dalam negeri telah mencapai lebih dari Rp 50 triliun hingga 2025. “Ini mencerminkan posisi SMI sebagai salah satu emiten yang kredibel dan dipercaya oleh investor,” menurut Reynaldi.
Direktur Operasional dan Keuangan Sarana Multi Infrastruktur Aradita Priyanti menambahkan, diversifikasi pendanaan akan menjadi fokus strategis perseroan ke depan.
“Ke depan kami akan lebih memperluas sumber-sumber pendanaan perseroan. Selain memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dan pemerintah, juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Aradita.
Dengan dukungan peringkat nasional AAA dari Pefindo, SMI yakin berada pada posisi yang kokoh untuk terus memperluas ekosistem pembiayaan yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan

