Harga Emas Menguat Dipicu Serangan AS–Israel
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas spot melonjak menembus US$ 5.278 per ons pada akhir pekan setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, memicu lonjakan permintaan aset aman dan berpotensi mendorong harga ke rekor baru jika konflik meluas.
Lonjakan tersebut terjadi ketika pasar global bersiap membuka perdagangan pada Senin (24/2/2026) dengan ekspektasi kenaikan tajam akibat meningkatnya premi risiko. Sebelum eskalasi terbaru, emas telah mencatat rekor mendekati US$ 5.608 per ons pada Januari.
Baca Juga
Kepala Ekonom First Seafront Fund Yang Delong mengatakan arah harga emas sangat bergantung pada respons Iran dan skala penyebaran konflik di kawasan.
“Dalam skenario terburuk, emas akan menjadi tempat berlindung teraman bagi modal global, dengan harga berpotensi melonjak ke level tertinggi baru,” ujar Yang kepada Global Times, Minggu (23/2/2026).
Ia menambahkan peningkatan ketegangan geopolitik telah mendorong pelaku pasar melakukan penghindaran risiko, termasuk mengalihkan dana ke emas dan perak. “Pasar bersiap untuk respons penghindaran risiko klasik. Investasi aset aman seperti emas dan perak siap untuk potensi kenaikan harga di pembukaan,” katanya.
Baca Juga
Harga Emas Melonjak Hampir 8% Sepanjang Februari, Ini Target Harga Berikutnya
Sentimen tersebut juga tercermin pada kontrak berjangka emas di Chicago Mercantile Exchange yang naik menjadi US$ 5.296,4 per ons, berdasarkan data CME Group. Kontrak berjangka mencerminkan ekspektasi pelaku pasar terhadap permintaan dan pasokan di masa mendatang.
Yang memperingatkan bahwa volatilitas berpotensi meningkat tajam jika konflik memburuk. “Jika ketegangan semakin memburuk, volatilitas harga minyak mentah, emas, dan perak serta tekanan penurunan pada pasar saham global kemungkinan akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

