ESDM Ungkap Cekungan Migas RI Punya Potensi Besar, Ini Daftarnya
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon yang besar. Menurutnya, ini adalah hal baik untuk masa depan Indonesia.
"Dari penelitian tim Lemigas Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas, didapatkan data potensi besar penyimpanan karbon saline aquifer sebesar 572,77 giga ton, kemudian potensi depleted oil & gas reservoirs sebesar 4.85 giga ton," kata Tutuka Ariadji di Kantor Lemigas Jakarta, Kamis (22/2/2024).
Tutuka memaparkan, angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil penelitian di 20 cekungan migas yang berproduksi di Indonesia, baik pada saline aquifer maupun pada depleted oil and gas reservoir.
Baca Juga
Ada 5 Blok Migas yang Belum Laku Dilelang di 2023, ESDM Ungkap Penyebabnya
Menurutnya, data tersebut akan terus berkembang. Maka dari itu, hal tersebut menjadi perhatian Ditjen Migas untuk terus memperbarui data terkait potensi penyimpanan karbon. Saat ini di Indonesia memiliki 128 cekungan migas, dan yang sudah diteliti baru 20 cekungan yang berproduksi.
"Dari 128 cekungan itu, masih ada 27 cekungan discovery dan selebihnya prospektif yang belum dieksplorasi," ucap Tutuka Ariadji.
Baca Juga
Ini Dia 23 Kandidat Wilayah Kerja Migas yang Akan Dilelang di 2024, Cek Daftarnya!
Berikut adalah daftar cekungan migas yang memiliki potensi penyimpanan karbon saline aquifer:
1. North East Java (100,83 giga ton)
2. Tarakan (91,92 giga ton)
3. North Sumatera (53,34 giga ton)
4. Makassar Strait (50,7 giga ton)
5. Central Sumatera (43,54 giga ton)
6. Kutai (43 giga ton)
7. Banggai (40,31 giga ton)
8. South Sumatera (39,69 giga ton)
9. Kendeng (30,64 giga ton)
10. West Natuna (13,15 giga ton)
11. Barito (12,05 giga ton)
12. Seram (11,58 giga ton)
13. Pasir (10,36 giga ton)
14. Salawati (8,75 giga ton)
15. West Java (7,22 giga ton)
16. Sunda Asri (6,52 giga ton)
17. Sengkang (4,31 giga ton)
18. Bintuni (2,13 giga ton)
19. North Serayu (1,55 giga ton)
20. Bawean 1,16 (giga ton)

