Dorong Proyek Masela, Purbaya Perlakukan Inpex sebagai Investor Spesial
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal memberikan perlakuan spesial terhadap Inpex Masela Ltd. yang merupakan Operator Wilayah Kerja (WK) Masela untuk mendorong pengembangan proyek mereka.
Purbaya sejatinya menyoroti proyek investasi raksasa Inpex di Lapangan Abadi Masela yang tak kunjung rampung selama puluhan tahun. Maka dari itu, menurutnya perlu adanya dorongan dari pemerintah agar proyek senilai sekitar Rp 351 triliun tersebut bisa berjalan lancar dan selesai.
“Kan sebetulnya sudah lama kan proyek ini. Sebelumnya tuh keluarnya lambat sekali, izin segala macam. Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial, di mana kalau ada hambatan, datangnya ke sini (Kementerian Keuangan), dibereskannya di sini,” ujar Purbaya usai melakukan dialog dengan Inpex dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela yang berlangsung di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Purbaya memaparkan, selama ini perkembangan proyek Masela berjalan lambat karena proses perizinan yang sangat berbelit. Namun, dia mencatat adanya kemajuan signifikan pada Januari dan Februari 2026, di mana izin terkait lingkungan hidup akhirnya berhasil dikeluarkan.
“Itu sebetulnya dipercepat (proses izinnya) karena mereka tahu mau dibawa ke sini (Kementerian Keuangan). Jadi mereka percepat semua. Dan yang jelas kan masih ada langkah-langkah yang akan dilanjutkan ya, termasuk izin dan lain-lain,” sebut Purbaya.
Maka dari itu, Purbaya telah menyiapkan satu tim di Kemenkeu yang bakal membantu mengatasi berbagai persoalan terkait proyek Masela. Diharapkan, dengan bantuan ini proses perizinan bakal berlangsung cepat dan lancar sehingga proyek segera berjalan.
“Saya bilang ke mereka, ya sudah kita set up satu tim di sini, di mana mereka bisa lapor ke situ secara reguler, kapan pun. Nanti kita beresin di sini. Jadi kalau ada gangguan di hambatan di izin investasi, kita panggil Kementerian Investasi ke sini. Di perdagangan, kita panggil, impor misalnya tadi ya, (panggil) ke sini. Di perindustrian, kita panggil perindustrian ke sini,” ungkap Purbaya.
Baca Juga
Inpex Sebut Jepang, Malaysia, hingga Taiwan Minati LNG Masela
Sebagai informasi, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.
Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA) LNG dan 150 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.
Baca Juga
Dua Kontraktor Global Bersaing Ketat untuk Pekerjaan Proyek Gas Abadi Masela Inpex Rp 307 T

