Emas Antam (ANTM) Menguat Rp 40.000 di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (24/2/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 3,068 juta atau naik Rp 40.000 dari Senin (23/2/2026) Rp 3,028 juta per gram didorong lonjakan permintaan aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah putusan Mahkamah Agung (MA) yang menentang pungutan sebelumnya, sehingga memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,854 juta atau naik Rp 41.000 dari sebelumnya Rp 2,813 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melonjak lebih 2% pada perdagangan Senin (24/2/2026) dan menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.
Harga emas spot naik 2% menjadi US$ 5.206,39 per ons atau sekitar Rp 81,22 juta per ons (kurs Rp 15.600 per dolar AS), setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 30 Januari pada awal sesi. Sebelumnya, logam mulia ini mencetak rekor US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari.
Baca Juga
Aksi Jual Tekan Harga Emas Antam (ANTM), Investor Menanti Risalah FOMC
Kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman April ditutup menguat 2,8% di level US$ 5.225,60 per ons. Kenaikan tersebut terjadi ketika pelaku pasar kembali mencari perlindungan di tengah dinamika ekonomi dan politik global yang belum stabil.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (23/2/2026) kembali mengkritik putusan Mahkamah Agung yang menentang rencana tarifnya. Sebelumnya pada Sabtu (21/2/2206), ia mengumumkan kenaikan tarif sementara untuk seluruh impor Amerika Serikat dari 10% menjadi 15%, batas maksimum yang diizinkan oleh hukum.
Kebijakan tersebut menambah ketidakpastian perdagangan global dan memperkuat sentimen risk off di pasar keuangan. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas ketika risiko geopolitik dan kebijakan meningkat.
Daratan Tiongkok, konsumen emas terbesar dunia, masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek dan dijadwalkan kembali beroperasi pada Selasa (24/2/20206). Aktivitas perdagangan yang kembali normal diperkirakan dapat meningkatkan volume transaksi dan memperkuat volatilitas harga.
Data pada Jumat (20/2/2026) menunjukkan inflasi inti Amerika Serikat meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Desember. Di sisi lain, data terpisah memperlihatkan pertumbuhan ekonomi melambat tajam pada kuartal keempat.
Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan perlambatan ekonomi berpotensi menempatkan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), dalam posisi sulit untuk segera menurunkan suku bunga. Pasar menunggu sinyal dari sejumlah pejabat The Fed pekan ini guna memperoleh kejelasan arah kebijakan moneter, termasuk perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Naik ke Rp 3,028 Juta Dipicu Tarif Trump
Secara historis, emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Logam mulia ini juga cenderung berkinerja lebih baik ketika suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil bunga seperti obligasi.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,584 juta
- Emas 1 gram: Rp 3,068 juta
- Emas 2 gram: Rp 6,076 juta
- Emas 3 gram: Rp 9,076 juta
- Emas 5 gram: Rp 15,115 juta
- Emas 10 gram: Rp 30,175 juta
- Emas 25 gram: Rp 75,312 juta
- Emas 50 gram: Rp 150,545 juta
- Emas 100 gram: Rp 301,012 juta
- Emas 250 gram: Rp 752,265 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,504,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 3,008,600 miliar.

