Soal Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Kopdes, Gaikindo: Industri Lokal Sanggup Bikin Kok
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menanggapi terkait rencana impor sebanyak 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari India.
Mengenai hal tersebut, Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan bahwa perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan, industri-industri pendukung, seperti komponen otomotif pun mampu memenuhi kebutuhan sesuai kriteria yang dibutuhkan oleh Kopdes Merah Putih.
”Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ungkap Putu Juli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2026).
Dipaparkannya, untuk kendaraan komersial kelas menengah ke-bawah atau pick-up selama ini diproduksi oleh beberapa perusahaan anggota Gaikindo, seperti PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Astra Daihatsu Motor.
Secara keseluruhan anggota-anggota Gaikindo tersebut mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick-up mencapai lebih dari 400.000 unit per-tahun yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.
Baca Juga
Wacana Impor Pick-Up dari India, Gaikindo: Kapasitas Kendaraan Pick-Up Lokal Tembus 400 Ribu Unit
Kendaraan-kendaraan yang diproduksi tersebut umumnya adalah kendaraan dengan penggerak 4x2, dan kendaraan-kendaraan tersebut ini sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 40%.
Kendaraan-kendaraan komersial penggerak 4x2 atau jenis pick-up tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh pelosok tanah air. Hal ini juga berkat dukungan jaringan servis bengkel pelayanan purna jual yang tersebar cukup luas. Sedangkan untuk kendaraan jenis penggerak 4x4 juga dapat diproduksi, namun memerlukan waktu untuk persiapan produksinya.
"Bila diberikan kesempatan dan waktu yang memadai maka anggota-anggota Gaikindo dan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) sebagai bagian dari ekosistim Industri Otomotif Nasional diharapkan bisa ikut berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan-kendaraan komersial tersebut," tambahnya.

