Mendag Akui Harga Minyakita Masih Tinggi Jelang Ramadan, Begini Penjelasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan memasuki Ramadan atau bulan puasa saat ini harga minyak goreng Minyakita masih berada di kisaran Rp16.020 per liter, atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Mendag Budi menjelaskan, proses pemenuhan kewajiban pasok dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) oleh produsen kepada BUMN Pangan sejatinya masih berlangsung. Hingga saat ini, realisasinya disebut telah mendekati 30% dari target minimal 35%
“Sudah hampir 30%, kan minimal 35%. Kalau sudah hampir 30 kan sudah bagus. Tetapi ketika barang itu sudah ada, kan harus didistribusikan ke seluruh Nusantara. Itu juga perlu waktu,” ujar Mendag Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga
Mentan Amran Bakal Tindak Tegas Distributor yang Jual “Bundling” MinyaKita
Mendag Budi menjelaskan, angka realisasi hampir 30% tersebut merupakan realisasi pasokan dari produsen ke BUMN Pangan, bukan langsung ke konsumen. Sehingga kementerian perdagangan masih harus melakukan pemantauan proses distribusinya ke pasar ritel.
Itu beda lagi. Itu belum kami cek (realisasi penyaluran ke ritel), tapi kan karena kita yang monitor kemarin untuk merealisasikan 35%, kita cek terus. BUMN Pangan juga sudah melaporkan," terangnya.
Terkait komitmen harga antara produsen dan BUMN Pangan, Budi menegaskan mekanismenya telah diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), sehingga tidak lagi berbasis nota kesepahaman (MoU).
Lebih lanjut, Mendag juga menargetkan pemenuhan DMO dan distribusi Minyakita dapat dipercepat agar harga di tingkat konsumen kembali sesuai HET dalam waktu dekat, terutama saat memasuki Ramadan ketika permintaan biasanya meningkat.
"

