Wamen Ekraf: Jogja Festivals Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menilai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki posisi strategis sebagai kota festival nasional. Kehadiran Jogja Festivals Forum & Expo (JFFE) 2026 dinilai dapat memperkuat ekosistem festival sebagai penggerak ekonomi kreatif daerah.
Irene menyebut JFFE 2026 berpotensi mendorong festival naik kelas, tidak hanya sebagai ruang perayaan budaya. “Festival harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang berdampak luas,” ujarnya dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga
Menekraf Sebut KBLI 2025 Kunci Penguatan Tata Kelola Ekonomi Kreatif
Menurut Irene, Kementerian Ekraf (Kemenekraf) siap membantu mengoneksikan JFFE 2026 dengan berbagai sektor pendukung. Kolaborasi lintas ekraf, pariwisata, digital, hingga merchandising dinilai penting untuk memperluas nilai ekonomi festival.
Dalam pertemuan tersebut, Irene juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah. Tema Festival as Cultural & Economic Infrastructure akan menekankan peran festival sebagai sarana kolaborasi dan diplomasi budaya.
Ia menegaskan peran pemerintah dalam 5 tahun pertama adalah membangun fondasi ekosistem kreatif. “Festival perlu menghadirkan seluruh pemangku kepentingan agar kolaborasi dan model bisnis baru bisa tumbuh,” kata Irene.
Jogja Festivals sendiri menjadi wadah kolaborasi pengembangan festival, seni, dan budaya di Yogyakarta. Saat ini, integrasi antar-festival dan sistem pendukung kekayaan intelektual masih bersifat parsial.
Baca Juga
Menekraf Tekankan Peran Daerah dalam Ekonomi Kreatif Nasional
Managing Director Jogja Festivals Dinda Intan Pramesti Putri menyebut bahwa platform ini terus berkembang. “Jogja Festivals kini menaungi 40 festival yang rutin digelar setiap tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya mendorong penguatan jejaring dan pertukaran pengetahuan antarpelaku festival. Upaya tersebut juga diarahkan pada kerja sama internasional dan pengembangan subsektor ekonomi kreatif.
Di sisi lain, JFFE 2026 juga diharapkan menjadi ruang transformasi ekonomi berbasis festival. Agenda seperti simposium, forum festival Asia, dan pertemuan pegiat festival ASEAN disiapkan untuk memperkuat posisi Yogyakarta sebagai Kota Festival dan hub kolaborasi regional.

