GOTO Ambil 'Naming Rights' Kawasan Blok M Hub
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi mengambil hak penamaan (naming rights) kawasan Blok M Hub menjadi Blok M Hub Gojek melalui kolaborasi dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta selama 1 tahun ke depan.
Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Hans Patuwo mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk dukungan terhadap transformasi kawasan Blok M yang telah diresmikan Pemprov Jakarta pada 24 Mei 2025 sebagai bagian program revitalisasi.
“Selamat datang di Blok M Hub Gojek. Delapan bulan lalu, khususnya pada 24 Mei 2025 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan Blok M Hub sebagai bagian program revitalisasi kawasan Blok M agar bisa menjadi lebih inklusif, modern, dan berdaya saing global,” kata Hans dalam acara peresmian hak penamaan "Blok M Hub Gojek" di Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026).
Baca Juga
Rute Soetta–Blok M dan Cawang–Jababeka Masuk Rencana Transjabodetabek 2026
Menurutnya, hasil revitalisasi tersebut kini sudah terlihat. Kawasan Blok M disebut memiliki wajah baru dan menjadi pusat jajan dan kuliner, seni kreatif, serta tempat berkumpul anak muda. “Sekarang, Blok M sangat hidup dan ramai. Bahkan sudah menjadi salah satu destinasi yang viral dan terpopuler di Ibu Kota,” ucap Hans.
Hans menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung, Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, Kepala Dishub Jakarta Syafrin Liputo, serta jajaran MRT Jakarta atas transformasi kawasan tersebut.
Ia menambahkan, kantor pusat GOTO (Gojek dan GoPay) berada tidak jauh dari kawasan Blok M. “Sebenarnya Blok M juga adalah rumah bagi GOTO, Gojek dan Gopay. Kantor pusat kami tidak lebih dari 5 menit jalan kaki dari lokasi kita saat ini,” ungkap Hans.
Hans menjelaskan, Blok M Hub Gojek merupakan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) yang mengintegrasikan aktivitas masyarakat dengan transportasi umum. “Ini adalah hasil kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, MRT Jakarta dan GOTO,” terang dia.
Melalui dukungan ekosistem digital GOTO, lanjutnya, Blok M Hub Gojek menghadirkan tiga kemudahan bagi pengunjung dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertama, kemudahan transportasi publik yang terintegrasi antara MRT dengan layanan berikutnya, seperti GoRide dan GoCar. Kedua, kemudahan transaksi digital menggunakan GoPay, termasuk untuk pembelian tiket MRT. Ketiga, dukungan bagi UMKM melalui akses pelanggan dan pesanan lewat GoFood serta pengelolaan keuangan secara digital.
Baca Juga
MRT Jakarta Siapkan Dua 'Naming Rights' di Blok M Hub dan Blok A, Intip Investornya
“Kami berharap Blok M Hub Gojek memberikan banyak manfaat bagi warga, ibu kota, UMKM dan juga mitra Gojek. Semoga di Blok M Hub Gojek roda ekonomi terus berputar dari pagi hingga malam hari sesuai visi Bapak Gubernur menjadikan Blok M Hub kawasan yang hidup 24 jam,” tutur dia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menuturkan, Blok M Hub memiliki makna strategis karena bukan sekadar titik transit, tetapi ruang temu antar moda dan aktivitas.
“Kawasan ini bukan hanya sekadar titik transit, tetapi lebih dari sekadar itu merupakan ruang temu antar-moda yang di sini sudah ada MRT, Transjakarta, Mikrotrans dan lain sebagainya, maupun temu aktivitas event activation yang ada di MRT Jakarta khususnya di kawasan Blok M,” kata Tuhiyat.
Ia menyebut, peresmian naming rights Blok M Hub Gojek menegaskan, kawasan transit dapat berkembang menjadi platform kolaborasi antara transportasi publik dan ekosistem ekonomi digital. “Harapannya Blok M Hub dapat menjadi satu identitas baru, menjadi simbol masa depan Jakarta, menjadi Jakarta kota global,” imbuh Tuhiyat .
Berdasarkan data Perseroda, jumlah penumpang (ridership) Stasiun MRT Blok M BCA per Desember 2025 mencapai 553.000 pelanggan dan pada Januari 2026 tercatat 514.000 pelanggan.
Sementara itu, pengunjung kawasan Blok M Hub sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026 mencapai 1,5 juta orang.
Tuhiyat menambahkan, rata-rata pengunjung kawasan Blok M ini mencapai sekitar 80.000 orang per hari dengan jumlah UMKM sekitar 300 unit. “Dan dari sisi pertumbuhan ekonomi itu lebih dari Rp 5 miliar per hari,” tutup dia.

