Gelar Pertemuan ABAC I 2026, Indonesia 'Jualan' Potensi Ekonomi ke 21 Negara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia resmi menjadi tuan rumah Pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) I 2026 di bawah keketuaan China. Pertemuan strategis yang dihadiri para pemimpin bisnis dari 21 ekonomi anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) ini menjadi ajang krusial bagi Indonesia untuk ‘berjualan’ potensi ekonomi dan investasi, serta memperkuat posisi tawar dalam peta perdagangan global.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan, kehadiran para tokoh bisnis di Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal. Hasil rangkaian pertemuan ini akan diformulasikan menjadi rekomendasi kebijakan bagi kepemimpinan APEC mendatang.
"Saya pikir ini penting sekali ya, karena ini di Indonesia. Jadi, kesempatan buat kita malam ini untuk mempromosikan potensi Indonesia, baik di bidang investasi maupun perdagangan, sehingga kita ini bisa menjadi pemain di APEC,” kata Budi Santoso saat ditemui dalam acara Welcome Reception ABAC Meeting I 2026 Jakarta di Hotel Shangrila Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Mendag, ABAC Meeting I 2026 Jakarta harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Indonesia. “Ini kesempatan yang luar biasa. Kita bisa bertemu dengan para pemimpin bisnis anggota APEC,” ujar dia.
Baca Juga
Sementara itu, Ketua ABAC Indonesia sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie memberikan apresiasi tinggi atas dukungan pemerintah dalam gelaran ini.
Anindya mengungkapkan fakta menarik bahwa sekitar 70% dari total nilai perdagangan Indonesia berada di kawasan Asia Pasifik. "Nah, tadi Pak Mendag telah menyampaikan bahwa neraca perdagangan kita surplus US$ 41-42 miliar, dan 70% dari perdagangan kita ada di Asia Pasifik. Member-nya ada di sini semua," tutur dia.
Anindya Bakrie menyoroti profil para peserta yang hadir, di mana total kapitalisasi pasar dari perusahaan-perusahaan yang diwakili mencapai angka fantastis, yakni US$ 1,2 triliun. Kekuatan modal yang masif ini dipandang sebagai peluang besar untuk menarik aliran investasi masuk ke dalam negeri guna memperkuat fundamental ekonomi nasional.
"Pak Mendag tadi menyampaikan dengan baik tentang stabilitas ekonomi kita, lalu keberhasilan berbagai reformasi di Indonesia. Jadi, kami sangat optimistis,” tegas Anindya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan ABAC Indonesia, Shinta Kamdani menambahkan, ABAC Meeting I 2026 Jakarta memiliki urgensi tinggi karena berfungsi sebagai wadah formulasi agenda tahunan.
Menurut Shinta, tingkat kehadiran peserta kali ini sangat istimewa dan lengkap. Dari 21 ekonomi anggota, seluruhnya mengirimkan perwakilan high-level, chief executive officer (CEO). Ini jarang terjadi dalam rapat pembuka tahun-tahun sebelumnya.
"Ini kesempatan yang luar biasa bagi kami di ABAC Indonesia untuk mempromosikan kesempatan dan peluang yang ada," kata Shinta.
Baca Juga
ABAC Meeting I 2026, Airlangga: 70% Ekspor RI ke Negara APEC
Dia menjelaskan, selain perumusan agenda dan rekomendasi kebijakan untuk APEC Leaders' Meeting di Shenzhen, China pada November mendatang, pertemuan ini memfasilitasi Senior Official Meeting (SOM). Agenda tersebut menjadi ruang dialog langsung pelaku bisnis (ABAC) dengan perwakilan pemerintah melalui berbagai kelompok kerja (working group) yang membahas isu-isu global terkini.
Melalui pertemuan ini, kata Anindya Bakrie, pemerintah dan dunia usaha sepakat untuk terus "berjualan" potensi Indonesia demi mencapai kemandirian ekonomi sesuai arahan Presiden.
"Memang counterpart ABAC dalam negosiasi adalah Kemendag. Kita gunakan ini untuk 'jualan'. Indonesia butuh investasi, butuh perdagangan, sehingga kita bisa, seperti Bapak Presiden sampaikan, berdiri di atas kaki sendiri," tandas Anindya.

