Mendag Targetkan Ekspor RI Tumbuh 6,9% di 2026, Optimistis Lampaui Target
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan kinerja ekspor Indonesia pada 2026 ini dapat tumbuh sebesar 5,3% hingga 6,9%. Meski memasang angka relatif tinggi, Mendag Budi meyakini realisasinya akan mencapai di atas 6,9%.
"Tahun ini outlook atau perkiraan kita bahwa ekspor kita akan tumbuh 5,3% sampai 6,9%. Tapi kita optimistis bahwa kita bisa melampu itu, karena kita juga sebenarnya membuat target-target internal yang lebih tinggi dari itu," ucapnya saat konferensi pers di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Mendag mengatakan, pemerintah optimistis kinerja perdagangan Indonesia akan terus tumbuh di tengah berbagai tantangan global. Sejumlah kesepakatan perjanjian dagang internasional yang telah ditandatangani dinilai menjadi modal penting dalam mendorong ekspor nasional sepanjang tahun ini.
Meski menghadapi dinamika ekonomi global, pemerintah menilai prospek perdagangan dunia masih relatif positif. Sekadar informasi, kata Budi, sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global pada 2026 berada di kisaran 2,6%, sebuah proyeksi yang positif.
Baca Juga
BPS: Ekspor Indonesia Desember 2025 Naik 11,6% Tembus US$ 26,35 miliar
"Kita lihat juga outlook ekonomi perdagangan dunia, proyeksi pertumbuhan ekonomi dan perdagangan dunia yang tumbuh 2,6%," ungkap Mendag Budi.
Selain mendorong ekspor, Mendag juga memiliki sejumlah program lainnya, seperti pengamanan pasar dalam negeri, pengawasan terhadap barang impor yang tidak sesuai ketentuan, serta penataan kebijakan e-commerce agar lebih berpihak pada pelaku usaha nasional, khususnya UMKM.
Pemerintah juga terus melakukan stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok penting, penerapan instrumen perdagangan seperti bea masuk, antidumping, dan tindakan pengamanan perdagangan lainnya.
“Kebijakan yang dijalankan ke depan pada dasarnya merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, namun dengan fokus dan konsentrasi yang lebih tajam pada sektor-sektor strategis,” papar Mendag.

