Mendag Targetkan Ekspor RI ke Kanada Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menargetkan, ekspor Indonesia ke Kanada meningkat dua kali lipat dalam dua tahun setelah implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Pemerintah menilai perjanjian dagang tersebut penting untuk membuka pasar ekspor baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Target itu disampaikan Budi Santoso dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI. Dalam rapat tersebut, Komisi VI juga menyetujui pengesahan ICA-CEPA melalui Peraturan Presiden.
“Kami berharap kita harus cepat secara administratif menyelesaikan ratifikasi ini sehingga secepatnya segera bisa implementasi,” kata Budi Santoso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga
Perhelatan Canada-in-Asia Conference 2026 Memperkuat Sinergi Kanada di Asia Pasifik
Ia menjelaskan ekspor Indonesia ke Kanada saat ini didominasi produk manufaktur seperti perangkat telepon, mesin elektrik, alas kaki, dan tekstil. Sementara impor dari Kanada lebih banyak berupa bahan baku industri seperti gandum, pupuk mineral, belerang, dan bubur kayu kimia.
Menurut Budi, struktur perdagangan kedua negara bersifat saling melengkapi sehingga berpotensi meningkatkan volume perdagangan bilateral. Dalam lima tahun terakhir, tren ekspor Indonesia ke Kanada tumbuh 11,17%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan impor dari Kanada sebesar 1,87%.
Pemerintah juga mendorong penghapusan hambatan perdagangan melalui skema Mutual Recognition Agreement (MRA). "Dengan skema tersebut, standar produk Indonesia akan diakui Kanada dan sebaliknya," kata Mendag.
Selain perdagangan barang, ICA-CEPA juga mencakup sektor jasa seperti konstruksi, pariwisata, tenaga perawat, insinyur, akuntan, hingga transportasi. "Dan ini terus kita kembangkan kebetulan memang Kanada sangat membutuhkan jasa terampil dari Indonesia," sambungnya.
Pada rapat itu pun Komisi VI meminta pemerintah segera menyelesaikan proses ratifikasi agar implementasi perjanjian dagang dapat dipercepat. Pemerintah optimistis ICA-CEPA akan memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing ekspor nasional.

