JPO Sarinah Bakal Beroperasi Akhir Februari 2026, Lift Sisi Barat Sudah Terpasang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat, dapat digunakan pada akhir Februari 2026. JPO tersebut dibangun kembali dengan konsep ramah disabilitas.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menyampaikan, progres pembangunan JPO Sarinah saat ini hampir selesai. Setelah pekerjaan konstruksi rampung, Transjakarta akan melanjutkan ke tahap perizinan dan administrasi sebelum JPO dioperasikan.
“Ya, akhir Februari (2026). Nanti setelah proses perizinan dan administrasi selesai, bisa langsung pakai,” ungkap Welfizon saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga
Kementerian PU: JPO Polda Metro Jaya dan Pasar Senen Rampung November 2025
JPO Sarinah nantinya dilengkapi dua lift yang masing-masing berada di sisi barat dan timur. Welfizon mengungkap, lift di sisi barat yang berdekatan dengan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah terpasang, sementara pemasangan lift di sisi timur yang mengarah ke Mal Sarinah masih dalam proses pengerjaan.
Dikatakan Welfizon, komponen lift telah dipersiapkan lebih awal karena bersifat fabrikasi. Dengan material yang telah tersedia, pemasangan rangka baja dan lift dapat dilakukan setelah pekerjaan fondasi selesai, sehingga proses konstruksi dapat berjalan lebih cepat.
Pembangunan kembali JPO Sarinah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui Transjakarta. Welfizon menegaskan, JPO Sarinah memiliki nilai historis karena merupakan JPO pertama yang dibangun di Indonesia.
“Seperti yang sebelumnya disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif. JPO Sarinah ini adalah JPO pertama di Indonesia,” kata Welfizon dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026) lalu.
Baca Juga
JPO Sepi dan Rusak Akan Dibongkar, Pemprov Jakarta Dorong 'Zebra Cross'
Ia menjelaskan, revitalisasi JPO Sarinah difokuskan untuk memastikan akses penyeberangan yang aman dan nyaman bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, serta ibu hamil, mengingat kawasan Sarinah merupakan salah satu pusat aktivitas dengan lalu lintas pejalan kaki yang padat.
Welfizon menambahkan, pembangunan JPO Sarinah tidak menghilangkan fasilitas penyeberangan yang telah ada. Pelican crossing di kawasan tersebut tetap beroperasi dan dapat digunakan pejalan kaki di permukaan jalan. “JPO Sarinah akan menjadi opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik,” tutupnya.

