Jaecoo Klaim SKP J5 EV Tembus 12.000 Unit, Penjualan Moncer di Awal 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jaecoo J5 EV mencetak kinerja penjualan signifikan di pasar Indonesia dengan total surat pemesanan kendaraan (SPK) menembus 12.000 unit hingga Januari 2026. Capaian ini diraih kurang dari satu tahun sejak peluncuran resminya di Tanah Air.
Direktur Jaecoo Indonesia Jin Ma menyebut respons pasar terhadap J5 EV jauh melampaui ekspektasi awal perusahaan. Model ini bahkan membukukan lebih dari 2.000 SPK hanya dalam dua hari setelah peluncuran.
“Sejak diluncurkan, respons terhadap J5 EV sangat fenomenal dan melampaui 2.000 SPK hanya dalam dua hari,” ujar Jin Ma di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Jin Ma menegaskan momentum tersebut terus berlanjut hingga awal 2026. Sampai dua minggu terakhir, Jaecoo Indonesia telah mengirimkan lebih dari 3.000 unit J5 EV kepada konsumen.
Perusahaan kini memacu kapasitas produksi untuk mempercepat proses pengiriman, “Kami sedang memaksimalkan kapasitas produksi untuk memastikan pengiriman secepat mungkin,” kata Jin Ma.
Baca Juga
Menperin Agus Raih Komitmen Investasi dari Chery Rp 5,25 Triliun
Kinerja J5 EV turut menopang pertumbuhan global Chery Group di segmen kendaraan energi baru. Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Chen Shuhe, menyebut penjualan NEV grup secara global telah melampaui 900.000 unit.
“Penjualan NEV kami tumbuh 54% dan telah melampaui 900.000 unit secara global,” ujar Chen Shuhe. Ia menilai kendaraan listrik menjadi pilar utama pertumbuhan Chery ke depan.
Secara global, Chery Group mencatat penjualan 2,8 juta unit kendaraan dan melayani 80 juta pelanggan. Perusahaan juga mempertahankan posisi sebagai eksportir mobil nomor satu di antara merek asal China.
Untuk 2026, Chery Group menargetkan penjualan 3,2 juta unit kendaraan secara global. Target ini mencerminkan peningkatan sekitar 40% dibandingkan capaian 2025.
Di Indonesia, Jaecoo J5 EV diposisikan sebagai model kunci dalam strategi elektrifikasi. Perusahaan optimistis tren permintaan kendaraan listrik akan terus menguat sepanjang 2026.

