MRT Jakarta Gandeng 7 Pengembang Kembangkan Jalur Timur-Barat Fase 2
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT MRT Jakarta (Perseroda) menjajaki kerja sama pengembangan kawasan terintegrasi di sepanjang jalur MRT East–West (Timur-Barat) Fase 2 Rute Kembangan–Balaraja bersama tujuh pengembang swasta. Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang berlangsung di Balai Kota Provinsi Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Adapun tujuh pengembang yang terlibat dalam kerja sama tersebut yakni PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Paramount Enterprise International (Paramount Land), PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (PT Intiland Development Tbk), serta PT Metropolitan Karyadeka Development (MKD).
Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, nota kesepahaman tersebut mencakup pengembangan MRT Lintas Timur–Barat rute Kembangan–Balaraja antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan para pengembang di sekitar trase yang akan dikembangkan.
Baca Juga
Summarecon (SMRA) dan MRT Jakarta Jajaki Koridor Kembangan–Balaraja
“Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup pengembangan MRT Lintas Timur–Barat rute Kembangan–Balaraja antara PT MRT Jakarta dan para pengembang di sekitar trase yang akan dikembangkan,” kata Pramono dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat memperluas manfaat pembangunan transportasi massal bagi masyarakat Banten. “Kami berharap MRT ke depan dapat dinikmati masyarakat Banten, sehingga manfaat pembangunan transportasi massal dapat dirasakan secara merata,” tutur dia.
Lebih lanjut, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menyatakan, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan yang terintegrasi. “Penjajakan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendorong percepatan interkoneksi MRT Jakarta dengan moda transportasi publik lainnya,” imbuh dia.
Baca Juga
MRT Jakarta Rekayasa Lalin hingga November 2026 Imbas Penyelesaian Trase Thamrin–Monas
Ke depan, lanjut Tuhiyat, MRT Jakarta dan para pengembang akan membentuk joint working group yang bertugas selama 2 tahun untuk menyusun rencana kerja bersama, termasuk pengembangan jalur Kembangan–Balaraja, interkoneksi antarmoda, serta integrasi kawasan di sekitar trase MRT.

