Geopolitik Panas, Emas Makin Kinclong Menyentuh Puncak dalam Sejarah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (27/1/2026) waktu AS seiring ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang berlarut-larut mendorong investor beralih ke aset aman. Reli ini menegaskan peran emas sebagai lindung nilai ketika pasar menghadapi risiko suku bunga, geopolitik, dan arah kebijakan bank sentral.
Kenaikan terjadi di tengah fokus pelaku pasar pada kebijakan moneter Amerika Serikat serta meningkatnya pembelian oleh bank sentral dunia. Perpaduan faktor tersebut memperketat pasokan relatif dan memperkuat permintaan investasi, sehingga memperpanjang tren kenaikan yang sudah berlangsung sejak tahun lalu.
Baca Juga
Harga emas spot naik 2,4% menjadi US$ 5.136,47 per ons, setelah menembus level psikologis US$ 5.000 untuk pertama kalinya pada Senin (26/1/2026). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS pengiriman Februari ditutup relatif stabil di US$ 5.082,60 per ons.
Sepanjang tahun ini, harga emas melonjak lebih 18%, melanjutkan reli rekor pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ekspektasi penurunan suku bunga AS, serta peningkatan pembelian bank sentral di tengah tren de-dolarisasi, yakni upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam cadangan dan transaksi internasional.
Perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS (The Fed) yang dimulai Selasa. Suku bunga diperkirakan tetap, sementara investor mencermati konferensi pers Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu (28/1/2026) di tengah meningkatnya kekhawatiran atas independensi bank sentral.
Di sisi proyeksi, Deutsche Bank dan Societe Generale memperkirakan harga emas dapat mencapai US$ 6.000 per ons pada akhir tahun, mencerminkan optimisme terhadap permintaan lindung nilai dan arus dana investasi yang berlanjut.
Aktivitas perdagangan juga melonjak. CME Group menyatakan pada Selasa bahwa kompleks logamnya mencatat rekor volume harian 3.338.528 kontrak pada Senin, melampaui rekor sebelumnya 2.829.666 kontrak yang tercapai pada Kamis (17/10/2025).
Baca Juga
Harga Antam (ANTM) Turun Tipis meski Emas Global 'All Time High'
Selain emas, logam mulia lain menunjukkan volatilitas tinggi. Harga perak spot melonjak 6,9% menjadi US$ 111,11 per ons setelah menyentuh rekor US$ 117,69 pada Senin. Sepanjang tahun ini, harga perak melambung lebih dari 55%, setelah mencatat kenaikan 146% pada tahun lalu.
Sejalan dengan itu, Citi menaikkan perkiraan harga perak jangka pendek menjadi US$ 150 per ons, dari sebelumnya US$ 100.
Sementara harga platinum turun 5,6% menjadi US$ 2.604,38 per ons setelah mencapai rekor US$ 2.918,80 pada sesi sebelumnya, paladium melemah sekitar 4% menjadi US$ 1.904,25.

