Biaya Komponen Naik 'Ugal-Ugalan', Infinix Jamin Harga Tetap 'Bersahabat'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Head of Marketing Infinix Indonesia Sergio Ticoalu menegaskan komitmen perusahaan mempertahankan harga yang kompetitif meskipun tekanan biaya komponen global meningkat. Pernyataan ini disampaikan terkait potensi kenaikan harga smartphone Infinix di Indonesia pada tahun ini.
Gio, sapaannya, mengatakan fokus utama Infinix adalah konsumen dan prinsip inovasi untuk semua orang. “Jadi kalau inovasi itu mahal, itu bukan inovasi menurut kita," tegasnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Menjawab soal potensi kenaikan harga perangkat, Gio mengakui kemungkinan itu ada karena kondisi global belum membaik. Ia menambahkan bahwa andai terjadi penyesuaian harga, hal tersebut bukan hanya dialami Infinix tetapi hampir seluruh kompetitor di industri smartphone.
"Jadi, kalau kenaikan harga, kemungkinan itu ada. Tapi, semua di industri ini pasti bakal naik. Tapi, saya bisa make sure, harga kita yang paling terbaik. Saya bisa bilang seperti itu," tegasnya.
Baca Juga
Data riset pasar menunjukkan tren positif bagi Infinix di Indonesia hingga akhir 2025, dengan pertumbuhan pangsa pasar yang signifikan. Menurut laporan Counterpoint Research, Infinix tumbuh sekitar 45% year-on-year dan mencatat pangsa pasar sekitar 12% pada kuartal III 2025, menunjukkan momentum kuat di Tanah Air.
Dominasi segmen smartphone murah menjadi salah satu kunci keberhasilan pertumbuhan ini, di mana konsumen Indonesia tetap memilih perangkat dengan harga terjangkau namun memiliki fitur lengkap. Tercatat perangkat seperti seri Infinix Note dan Hot menjadi pilihan populer di kalangan Gen Z yang menjadi target market Infinix.
Tekanan biaya komponen global sendiri diperkirakan bakal mendorong kenaikan harga jual rata-rata smartphone secara global pada 2026. IDC memproyeksikan harga jual rata-rata smartphone global akan naik sekitar 6,9% akibat melonjaknya harga memori dan chip.

