Asosiasi Alas Kaki Wanti-wanti Ancaman Investor Kabur ke India
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyebutkan kinerja ekspor alas kaki masih mengalami tantangan dari pelemahan pasar Eropa dan kondisi perekonomian yang belum membaik hingga saat ini. Kondisi ini juga diperpanjang dengan ketegangan geopolitik global.
Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Pusat Aprisindo Harijanto menjelaskan, ketegangan geopolitik global terlihat dengan adanya perang Ukraina ditambah lagi ketegangan yang berpotensi terjadi Greenland hingga konflik dengan Iran.
"Kalau itu terjadi, game (over/habis) kita. Marketnya sudah pasti habis. Amerika sudah drop jauh, turun jauh. Jadi kalau menurut saya ini sampai akhir tahun 2027 mungkin masih (bertumbuh), menurut saya akan slow. Kapasitas terpasang kita paling hanya 60 sampai 70 persen," ucap Harijanto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Dengan kondisi tersebut, Aprisindo menilai, investasi baru akan bergerak relatif kecil karena utilisasi terpasang masih cukup rendah. Kendati demikian, Ketua Umum Aprisindo Anton J. Supit mengungkapkan, Indonesia tetap memiliki posisi yang penting di mata pembeli global.
Baca Juga
Aprisindo: Ekspor Alas Kaki RI Tembus US$ 7,2 miliar, Tumbuh 13,13%
"Tetapi di mata buyers, Indonesia dia pikirkan penting. Artinya dia (investor baru) belum tentu masuk. Tetapi ini menjadi sourcing, negara sourcing yang penting," imbuh Anton.
Anton menyebutkan hingga kini Indonesia dan Vietnam merupakan negara yang masih menjadi pemain utama industri alas kaki. Kendati demikian, ia tak menutup kemungkinan adanya kekhawatiran alternatif negara lain, yakni India, apabila iklim usaha di dalam negeri tidak dijaga dengan baik.
"India ini pemain baru. Ya, tapi kalau kita terlalu lama menangani masalah isu-isu ini, terlanjur dia bangun di India, infrastruktur dan lain-lain, memang tidak gampang. Nah setelah kalau dia pindah ke sana ini tidak gampang kita tarik kembali. Jadi sebenarnya peluang sekarang besar," beber Anton.

