Mengelola Siklus Industri dan Keberlanjutan, Strategi Trakindo Bertahan 55 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Bagai menanam pohon jati, hasilnya tidak dinikmati sehari dua hari, tetapi menjadi penopang bagi generasi berikutnya. Perumpamaan itu mencerminkan bagaimana PT Trakindo Utama, penyedia solusi alat berat Caterpillar di Indonesia, memaknai lebih 55 tahun pertumbuhan bisnisnya sebagai tanggung jawab jangka panjang melalui pendekatan corporate citizenship yang terintegrasi dalam seluruh operasional perusahaan.
Ada bisnis yang tumbuh cepat, ada pula yang tumbuh kuat. Yang pertama bisa mengejutkan, yang kedua bertahan. PT Trakindo Utama memilih jalan kedua. Trakindo tak mengejar hasil instan. Setelah merawat dan menguatkan akar, 55 tahun kemudian, batangnya berdiri tegak, menjadi penopang bagi banyak proyek, banyak industri, dan banyak mimpi di negeri ini.
Di balik deru mesin dan debu proyek, Trakindo memaknai pertumbuhan sebagai tanggung jawab. Bukan sekadar menjual alat berat, melainkan menumbuhkan kepercayaan. Bukan hanya mengirim unit ke lapangan, tetapi memastikan setiap roda dan sistem bekerja selaras dengan tujuan besar, yakni memajukan Indonesia secara berkelanjutan.
Baca Juga
“Perjalanan kami bukan semata tentang bisnis, Ini tentang kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, oleh pelanggan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Chief Administration Officer Trakindo, Yulia Yasmina dalam sebuah kesempatan.
Kepercayaan itu tidak datang dari brosur atau slogan. Ia lahir dari konsistensi. Dari kesiapan menjawab kebutuhan yang berubah serta keberanian beradaptasi ketika lanskap industri bergerak cepat.
Dari Alat ke Solusi
Dalam Bincang PERSpektif bertema “Strategi Efisiensi untuk Bisnis Berkelanjutan” di Jakarta, Selasa (25/11/2025) yang dihadiri Investortrust.id, Director of Operations PT Ksatria Mitra Kontraktor Indonesia (KMKI), Bhondan Suryo Bhroto, berbagi cerita. Bagi perusahaannya sebagai pengguna alat berat merek Caterpillar, efisiensi bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan napas operasional.
“Bagi KMKI, strategi pengelolaan aset melalui sistem rental alat berat menjadi pilihan paling tepat untuk menjawab kebutuhan efisiensi perusahaan. Sistem rental alat berat adalah pilihan paling rasional karena bisa menekan biaya pemeliharaan dan penggantian unit, tanpa terbebani investasi besar di awal,” kata Bhondan.
Cerita KMKI bukan satu-satunya. Ia menjadi cermin pendekatan Trakindo, yakni mengubah alat menjadi solusi, dan transaksi menjadi relasi jangka panjang. Melalui layanan purnajual yang kuat, teknisi bersertifikat, dan pemahaman mendalam atas karakter lapangan Indonesia, Trakindo hadir bukan sebagai penjual, tetapi sebagai mitra.
Baca Juga
Dorong Transformasi Digital Industri Alat Berat, Trakindo Kembangkan Tiga Aplikasi Ini
Sebagai authorized dealer Caterpillar selama lebih dari lima dekade, Trakindo membawa teknologi global ke tanah lokal, tanpa kehilangan konteks. Inovasi tidak dipaksakan, tetapi disesuaikan. Standar dunia tidak diterjemahkan mentah, melainkan dipadukan dengan realitas lapangan.
“Selama lebih 55 tahun, Trakindo telah menjadi bagian perjalanan industri di Indonesia. Perjalanan ini bukan semata tentang pertumbuhan bisnis, melainkan tentang kepercayaan yang terus diberikan oleh pelanggan,” ujar Yulia Yasmina.
Jaringan Luas dan Teknologi Real Time
Memasuki usia ke-55 dengan semangat Advancing You Forward dan tema “55 Tahun Berkarya Memajukan Negeri, Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan”, Trakindo terus memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, menghadirkan pengalaman pelanggan yang konsisten di seluruh jaringan layanan, serta menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Di setiap titik, Trakindo yang hadir sejak 23 Desember 1970 dan resmi menjadi agen tunggal Caterpilar setahun kemudian, memastikan satu hal, yakni kehadiran. Dengan jaringan lebih 75 lokasi di seluruh Indonesia, Trakindo memastikan ketersediaan alat yang cepat dan mudah dijangkau oleh pelanggan.
Setiap unit rental merupakan alat berusia muda yang telah dilengkapi teknologi terbaru, termasuk CAT® Product Link™ yang memantau performa secara real time, seperti konsumsi bahan bakar, jam kerja, dan kondisi mesin.
Keandalan alat diperkuat oleh perawatan rutin dari teknisi bersertifikat serta penggunaan suku cadang asli CAT®. Kombinasi teknologi dan layanan ini menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pelanggan, khususnya di sektor-sektor padat modal, seperti pertambangan, infrastruktur, konstruksi, dan energi.
Sementara itu di tengah gema transisi energi dan target net zero emission 2060, industri alat berat berada di persimpangan. Harapan besar bertemu tantangan besar. Pelaku industri alat berat di Indonesia, termasuk Trakindo menyatakan kesiapan mendukung program pemerintah terkait elektrifikasi dalam rangka mencapai net zero emission 2060. Namun, industri alat berat belum memasuki fase operasional penuh untuk penggunaan teknologi listrik. Para produsen menilai kesiapan infrastruktur dan aturan teknis menjadi faktor penentu sebelum investasi besar dapat dieksekusi di lapangan.
Ketua IV Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) Immawan Priyambu mengatakan, pemain global yang telah lama menguasai industri alat berat memilih langkah lebih bertahap melalui teknologi hybrid dibanding langsung beralih ke full electric. Hingga saat ini belum ada satu pun produk alat berat listrik yang benar-benar dipasarkan untuk operasional masif di lapangan. Beberapa produsen baru memperkenalkan prototipe atau unit demonstratif, tetapi belum tersedia model komersial yang siap digunakan secara luas.
Menurut Immawan, banyak pelaku industri memilih mengadopsi solusi hybrid terlebih dahulu. "Elektrik ini bukan hanya bicara green operation itu sendiri, tetapi lebih kepada infrastructure, sehingga kesiapan ekosistem menjadi faktor utama," kata dia saat menjawab pertanyaan Investortrust.
Dalam perspektif ekonomi, keberlanjutan bisnis tidak hanya soal menjaga penjualan, tetapi juga membangun daya tahan. Aviliani, ekonom sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Kadin menilai perusahaan yang menempatkan keberlanjutan sebagai strategi inti akan lebih siap menghadapi gejolak.
Pandangan ini sejalan dengan pendekatan corporate citizenship yang diusung Trakindo dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial, lingkungan, dan tata kelola ke dalam operasional sehari-hari. Dalam menghadapi dinamika tersebut, Trakindo menilai pendekatan corporate citizenship dan solusi terintegrasi menjadi pembeda utama. Perusahaan tidak hanya fokus pada penjualan unit, tetapi pada siklus hidup alat, efisiensi operasional, dan dampak jangka panjang bagi pelanggan serta lingkungan.
Peraih nobel ekonomi 2001 asal Amerika Serikat (AS) Joseph Stiglitz, pernah menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan perlindungan lingkungan.
Prinsip ini sejalan dengan langkah Trakindo yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam strategi bisnis, bukan sekadar sebagai program tambahan. Berakar pada nilai inti Advancing You Forward, Trakindo terus memperluas dampak positifnya dalam pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Trakindo Dorong Efisiensi Industri Alat Berat Lewat Teknologi dan Pengelolaan Aset
Penjualan dan Dinamika Industri
Secara industri, penjualan alat berat baru sampai akhir 2025 diproyeksi sekitar 23.000 unit. Jika dibandingkan capaian 2024, volume penjualan alat berat diproyeksikan turun sekitar 5%. Penurunan ini mencerminkan tekanan permintaan dari sektor pertambangan dan komoditas yang masih berfluktuasi.
Setelah mengalami kontraksi pada 2025, Ketua IV Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) Immawan Priyambu memperkirakan permintaan alat berat bakal naik pada 2026. Meski demikian, level pertumbuhannya diperkirakan hanya moderat pada kisaran 5% sampai 10% dibandingkan tahun ini. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan akan berlangsung bertahap seiring perbaikan harga komoditas dan realisasi proyek infrastruktur.
Ke depan, tantangan industri alat berat tidak hanya datang dari fluktuasi siklus komoditas, tetapi juga dari percepatan adopsi teknologi, tuntutan dekarbonisasi, dan perubahan regulasi. Dalam konteks ini, jaringan luas, kapabilitas sumber daya manusia, serta kemitraan global dengan Caterpillar menjadi modal penting bagi Trakindo untuk tetap relevan.
Seperti jati yang ditanam lama, lalu akarnya kini telah mengikat tanah. Batangnya telah menahan angin. Rindangnya mulai memberi teduh. Dan seperti jati pula, Trakindo tidak tumbuh untuk satu musim, tetapi untuk generasi.
Baca Juga
Trakindo Optimalkan Keterlibatan Karyawan untuk Keberlanjutan Bisnis
Pada akhirnya, perjalanan 55 tahun Trakindo menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tidak dibangun dalam semalam. Trakindo menandai usianya bukan dengan nostalgia, tetapi dengan tekad.
Seperti pepatah lama, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, konsistensi dalam membangun kepercayaan, meningkatkan kapabilitas, dan beradaptasi dengan perubahan menjadi kunci agar perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi terus memberi makna bagi industri dan negeri.

