Kehadiran Danantara di World Economic Forum 2026 Jadi Angin Segar Buat Ekonomi Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto bersama Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara Indonesia) pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dinilai dapat menjadi angin segar buat kemajuan ekonomi Indonesia. Forum ekonomi yang sudah 10 tahun tidak pernah dihadiri oleh pemimpin Indonesia ini memiliki peran strategis bagi perekonomian global.
“Tampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar buat kemajuan ekonomi Indonesia. Itu forum tepat, para tokoh dan orang kuat di jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi hadir di sana,” kata Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dradjad Wibowo, melalui keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (16/1/2026).
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan hadir pada acara WEF yang akan digelar pada 19–23 Januari 2026 di Davos. Forum ini melibatkan pemimpin negara-negara dunia, pengusaha, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil dengan mengusung tema “A Spirit of Dialogue”.
Dradjad mengatakan kehadiran Danantara juga memiliki peran strategis untuk menjelaskan kebijakan ekonomi Indonesia. Salah satu perannya adalah bagaimana kemampuan Danantara mengelola modal negara senilai US$1 triliun. “Ujungnya membangun confidence, kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia,” ujar penyandang gelar doktoral dari The University of Queensland, Australia.
Lebih jauh, Dradjad mengatakan Danantara harusnya dapat memanfaatkan WEF 2026 untuk menjelaskan kepada para konglomerat dunia yang hadir, pemimpin negara, dan para inovator teknologi perihal peran penting badan investasi ini dibentuk. “Para raksasa dunia itu harus jelas, iklim bisnis apa yang mau kita bangun dengan SWF (sovereign wealth fund) Indonesia ini,” katanya.
Baca Juga
IATPI Menilai Danantara Bisa Jadi Pengungkit Investasi Air Minum Nasional
Dengan kemampuannya, Danantara bisa membangun kepercayaan para investor dan pelaku usaha dalam WEF 2026. Dradjad meyakini hal tersebut bisa memberikan hal positif bagi hadirnya para investor global.
“Untuk itu patut dijaga. Setelah dari WEF, persiapkan segalanya, supaya saat riset mereka atau intelijen bisnis mereka datang, mereka melihat yang membuat mereka mau masuk, dan nyaman dengan iklim dan ekosistemnya,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Indonesia sudah 10 tahun absen dari ajang WEF. Presiden yang hadir pertama kali adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan berpidato pada 2011 tentang ekonomi hijau atau ramah lingkungan. Pada WEF edisi kali ini, Presiden Prabowo bersama CEO Danantara Rosan Roeslani beserta sejumlah menteri, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, akan hadir di Davos.
Secara terpisah, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief mengatakan kesempatan hadir di WEF ini akan dioptimalkan untuk menjelaskan Danantara melihat WEF sebagai ruang strategis. Menurut Al-Arief, WEF ini bisa menjembatani kepentingan dan pembangunan nasional dengan perspektif akses ke modal global, di mana Danantara bisa membangun engagement secara strategis dan terstruktur.
"Kehadiran kami di sini sekaligus juga memperkenalkan secara institusi. Kita juga memerlukan badan pengelolaan investasi strategis nasional dengan tata kelola yang baik, dan kita bersiap sedia untuk menjadi mitra dari mitra-mitra global yang ada nanti," katanya saat berbincang dengan media pada acara Coffee Morning Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

