Klaim Pengangguran AS Tekan Emas, Dolar ke Level Tertinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas turun pada Kamis (15/1/2026) setelah data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan mendorong penguatan dolar. Sementara sikap moderat Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran semakin menekan permintaan emas sebagai aset safe haven.
Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup melemah 0.26% ke level US$ 4.623.70. Pada saat yang sama, kontrak berjangka perak mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 1.05% ke level US$ 92.347, mencatatkan rekor penutupan baru di tengah volatilitas pasar logam.
Data terbaru menunjukkan permohonan baru tunjangan pengangguran di Amerika Serikat secara tak terduga turun pada pekan lalu. Kondisi ini mendorong indeks dolar ke level tertinggi sejak 2 Desember 2025 dan membuat emas batangan menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri yang menggunakan mata uang lain.
Baca Juga
Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan bahwa data tenaga kerja tersebut menjaga ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter tetap stabil dalam jangka pendek.
“Data terbaru sedikit banyak membuat ekspektasi terhadap kebijakan The Fed tetap stabil, mungkin untuk paruh pertama tahun ini, sehingga indeks dolar berada pada level tertinggi dalam beberapa minggu dan itu sedikit menghambat pergerakan harga emas saat ini,” kata Grant dilansir CNBC.
Donald Trump pada Rabu (14/1/2026) tidak berencana untuk memecat Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell meskipun terdapat penyelidikan kriminal oleh Departemen Kehakiman terhadap pimpinan bank sentral tersebut. Namun, Trump menilai masih “terlalu dini” untuk memastikan langkah yang akan diambil ke depan, sehingga pasar tetap mencermati arah kebijakan Gedung Putih terhadap bank sentral.
Secara luas, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 27 hingga 28 Januari 2026, meskipun Trump sebelumnya menyerukan penurunan suku bunga. Namun demikian, pelaku pasar masih mengantisipasi setidaknya dua kali penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada paruh kedua tahun ini.
Dari sisi geopolitik, Trump juga mengatakan bahwa ia telah diberi informasi mengenai meredanya pembunuhan dalam penindakan Iran terhadap protes dan tidak melihat rencana segera untuk melakukan eksekusi dalam skala besar. Pernyataan ini menandai pendekatan tunggu dan lihat setelah sebelumnya muncul ancaman intervensi, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik.
Grant menilai meredanya ketegangan geopolitik tersebut turut memberikan tekanan tambahan pada harga emas. Meski demikian, ia memandang pergerakan harga saat ini lebih sebagai koreksi teknikal dibandingkan perubahan fundamental.
Baca Juga
Tertinggi Sepanjang Masa, Harga Emas Antam (ANTM) Naik ke 2,665 Juta
Secara historis, emas sebagai aset aman cenderung berkinerja baik pada periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta dalam lingkungan suku bunga rendah. Ketika risiko global meningkat, investor biasanya beralih ke emas untuk melindungi nilai aset mereka dari volatilitas pasar.
Di sisi lain, permintaan emas dari bank sentral tetap menunjukkan tren positif. Bank sentral Polandia dilaporkan memiliki 550 ton emas pada akhir 2025 dan berniat meningkatkan cadangannya menjadi 700 ton. Gubernur Bank Sentral Polandia Adam Glapinski mengatakan pada Kamis bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa negara tersebut.

