Dekatkan Dunia Riset dengan Industri dan Investor, BRIN Luncurkan Rumah Inovasi Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera meluncurkan Rumah Inovasi Indonesia untuk mendekatkan dunia riset dan akademik dengan dunia industri, perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat.
Rumah Inovasi Indonesia juga ditujukan untuk menarik investor dan industri global guna mempercepat penguasaan teknologi nasional, serta mempercepat hilirisasi secara integratif dan berkelanjutan. Target lainnya yaitu memperkuat sinergi dan kolaborasi horizontal dan vertikal untuk menaikkan skala (scaling up) inovasi nasional.
“Rumah Inovasi Indonesia akan launching pada 22 Januari mendatang. Inilah tempat di mana para investor dan pengusaha bisa bertemu, orang-orang yang butuh hasil riset dan penemuan teknologi datang, bahkan bisa melakukan business matching,” kata Kepala BRIN, Prof Arif Satria dalam acara Temu Pimpinan Redaksi di Jakarta, Jumat (9/1/2026) malam.
Baca Juga
BRIN Pantau Peluncuran Roket India, Perkuat Peran Indonesia di Kerja Sama Antariksa Global
Menurut Arif Satria, Rumah Inovasi Indonesia dibentuk sebagai ekosistem terintegrasi untuk mendukung kemandirian teknologi dan perekonomian nasional. “Ujung-ujungnya adalah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8%,” ujar dia.
Arif Satria mengungkapkan, Rumah Inovasi Indonesia tak hanya menjadi etalase inovasi nasional, tapi juga sebagai pusat (hub) jejaring untuk kolaborasi dan kreasi bersama (co-creation), sekaligus sebagai pusat layanan satu atap (one stop service) bagi semua kebutuhan inovasi.
Baca Juga
Kepala BRIN Siap Bahas Tata Ruang Bersama Menteri ATR dan Mentan
Rumah Inovasi Indonesia, kata Prof Arif, akan memberikan layanan informasi terintegrasi mengenai berbagai hal tentang riset dan inovasi. Juga memberikan konsultansi, fasilitasi, intermediasi, alih teknolgi, serta inkubasi teknologi.
“Selain itu, Rumah Inovasi Indonesia akan menjadi pusat inkubasi UMKM dan startup, koordinasi para pemangku kepentingan, serta kemitraan dan co-development. Nanti kami bikin aplikasinya juga, kami buatkan apps-nya,” tutur dia.
Arif Satria menjelaskan, yang menjadi rujukan (benchmark) BRIN antara lain Grassroots Innovatiuon Hub di Chiang Mai (Thailand), Industrial Powerhouse di Shenzhen (China), dan Deep Tech Leader di Veldhoven (Belanda).
Baca Juga
BRIN Akan Kawal Program Prioritas Prabowo di Bidang Pangan, Energi, dan Air
Grassroots Innovation Hub sukses mengembangkan 15 startup, pusat digital nomad, dan berbiaya rendah. Sedangkan Industrial Powerhouse sukses menciptakan ekosistem senilai US$ 116 miliar dengan 19 unicorn.
“Penerima manfaat Rumah Inovasi Indonesia adalah industri, anak-anak yang baru lulus perguruan tinggi, UMKM, startup, kementerian dan lembaga (K/L), BUMN, serta para investor,” papar Kepala BRIN.

