Siap-siap Harga Smartphone Bakal Naik, Ini Sebabnya!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga smartphone di Indonesia diprediksi akan naik seiring tekanan biaya komponen elektronik global yang terus meningkat. IDC Indonesia memproyeksikan harga jual rata-rata smartphone global akan naik sekitar 6,9% pada 2026 akibat melonjaknya harga memori dan chip.
Analis pasar smartphone dan Senior Consultant di SEQARA Communications Aryo Medianto mengatakan, kenaikan komponen elektronik akan memengaruhi pasar domestik Indonesia, namun dampaknya tidak merata di semua segmen.
“Segmen flagship cenderung lebih teredam karena konsumen premium tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga,” ujarnya saat dihubungi investortrust.id, Senin (5/1/2026).
Menurut Aryo, konsumen di pasar flagship lebih mementingkan teknologi terbaru, prestise merek, dan pengalaman premium sehingga produsen dapat menyerap sebagian biaya ekstra.
Namun, ia mengingatkan bahwa jika biaya komponen terus naik berkepanjangan dan nilai tukar rupiah melemah, produsen bisa menyesuaikan harga atau menahan fitur tertentu untuk mempertahankan margin.
Baca Juga
Counterpoint: Pasar Smartphone Global Diproyeksi Susut 2,1% pada 2026
Sebaliknya, segmen mid-range dan entry-level akan lebih rentan terdampak kenaikan harga. Fenomena ini diperparah lewat persaingan ketat antar merek serta dominasi ponsel impor di pasar Indonesia.
Sekadar informasi, kenaikan harga smartphone sudah mulai terlihat di pasar domestik sejak akhir tahun kemarin. Beberapa produsen besar seperti Samsung dan Xiaomi telah menyesuaikan harga smartphone mereka di awal 2026 sebagai respons terhadap tekanan biaya komponen global.
Tekanan pada biaya komponen utama seperti DRAM dan memori juga menjadi pendorong kenaikan harga. Riset industri global menunjukkan permintaan chip dari pusat data AI yang terus meningkat membuat pasokan DRAM untuk smartphone menjadi lebih sempit, sehingga pabrikan harus menanggung biaya lebih tinggi atau meneruskannya kepada konsumen.
Industri ritel elektronik di Indonesia juga melaporkan bahwa lonjakan harga tersebut berdampak pada penurunan penjualan, terutama di segmen entry-level yang biasanya menjadi andalan volume penjualan. Aryo menilai pasar smartphone Tanah Air perlu menyiapkan diri menghadapi kenaikan harga rata-rata ponsel pada tahun ini.
“Dampak terbesar justru akan terasa di segmen yang margin tipis dan volume tinggi, di mana konsumen paling sensitif terhadap kenaikan harga,” tutupnya.

