Ekonom Nilai VinFast Sukses Tinggalkan Citra Manufaktur Murah, Kenapa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kehadiran VinFast dinilai menandai babak baru transformasi industri di Asia Tenggara. Dalam waktu relatif singkat, produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu berhasil melampaui citra lama ASEAN sebagai basis manufaktur berbiaya rendah dan mulai menempatkan kawasan sebagai pemain inovasi teknologi bernilai tambah tinggi.
Ekonom Indonesia Josua Pardede menilai keberhasilan VinFast tidak dapat dilepaskan dari kekuatan ekosistem induk usahanya, Vingroup. Menurutnya, Vingroup merupakan contoh langka konglomerasi di negara berkembang yang mampu membangun integrasi lintas sektor secara koheren, mulai dari teknologi, manufaktur, properti, energi hijau, hingga inisiatif sosial.
“Jika kita hanya melihat VinFast, kita melihat produsen kendaraan listrik. Tetapi ketika ditarik lebih luas, terlihat desain multi-industri yang memungkinkan terciptanya sinergi yang tidak mudah ditiru,” ujar Pardede dikutip dari keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, Vingroup tidak beroperasi sebagai kumpulan entitas terpisah, melainkan sebagai satu superstruktur ekonomi. Setiap lini bisnis dirancang saling memperkuat, membentuk sistem sirkular yang mampu menciptakan permintaan sekaligus menopang pasokan.
Menurut Pardede, model ini memberi keunggulan utama berupa skala dan kecepatan eksekusi bagai VinFast sebagai pendatang baru di Tanah Air. Strategi yang diterapkan antara lain perakitan lokal sebagai tahap awal, peningkatan kandungan lokal secara bertahap, serta pembangunan jaringan diler sebelum ekspansi produksi berskala besar.
Pardede menilai pendekatan ini relevan bagi pasar negara berkembang karena mampu menekan risiko awal sekaligus memanfaatkan insentif industri. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kualitas eksekusi dan keberlanjutan finansial.
Baca Juga
2 Tahun Perjalanan VinFast di Indonesia: Gebrakan di IIMS hingga Bangun Pabrik di Subang
Usai meninjau fasilitas VinFast di Hai Phong, Pardede menyebut pabrik tersebut sebagai salah satu yang paling terotomatisasi di kawasan. Keberadaan fasilitas berteknologi tinggi ini dipandang sebagai sinyal keseriusan Vietnam untuk naik ke rantai nilai industri yang lebih tinggi.
“Ketika perusahaan dari Vietnam mampu merancang, memproduksi, dan mengekspor kendaraan listrik ke pasar global, ini menunjukkan ASEAN tidak lagi sekadar bengkel dunia,” kata Pardede.
Berdasarkan data Gaikindo, Sejak Januari-November 2025 VinFast mampu membukukan 3.118 unit mobil listrik mereka. Ada pun model VF3 yang menjadi model paling laris dengan kontribusi 1.562 unit, disusul VF e34 1.452 unit, VF 5 sebanyak 75 unit, dan VF 6 sebanyak 29 unit.

