Menteri ESDM Arifin Bertemu Sri Mulyani, Kebijakan HGBT Bakal Berakhir?
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk melanjutkan pengembangan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), Jumat (22/3/2024), di Jakarta.
Kendati demikian, Arifin Tasrif menerangkan, pertemuan tersebut belum mendapatkan hasil yang jelas. Pasalnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita absen dalam pertemuan tadi.
Baca Juga
Kemenperin Usulkan HGBT Diperluas, Begini Tanggapan Kementerian ESDM
“Yang datang cuman dua. Menteri Perindustrian tidak datang, ada kesibukan lain. Jadi ya belum selesai,” ujar Arifin Tasrif saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (22/3/2024).
Sebagai informasi, kebijakan HGBT berakhir pada 31 Desember 2024 ini sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 91 Tahun 2023. Maka dari itu, perlu dilakukan pembahasan untuk menentukan apakah program ini akan dilanjut atau tidak.
“Rapat bahas HGBT. Tadinya mau ditanyain soal (perpanjangan). Tapi kan belum lengkap, belum forum,” jelas Arifin Tasrif.
Baca Juga
SKK Migas: Harga Gas Murah, Negara Potensi Hilang Pendapatan Rp 15,6 Triliun
Sebelum ini, Menperin Agus Gumiwang sempat mengajukan usulan agar kebijakan HGBT bisa diperluas. Sebab, HGBT baru dikhususkan hanya untuk tujuh sektor industri, yakni pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.
Menanggapi hal ini, Arifin Tasrif mengatakan, harus dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Ia pun berharap agar ada pertemuan selanjutnya dengan Menteri Keuangan dan Menteri Perindustrian untuk membahas hal ini.
“Kan harus dievaluasi dulu, gasnya cukup apa enggak. Kemampuan negara juga. Sekarang kan kita harus hitung dulu balance-nya. Pipanya harus nyambung dulu,” kata Arifin Tasrif.

