Aryo Djojohadikusumo Beberkan Strategi Bangun Ekosistem AI Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Deputy CEO and COO Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo menegaskan pembangunan infrastruktur digital menjadi fondasi utama strategi Arsari dalam mendukung ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional. Komitmen itu diwujudkan melalui investasi jangka panjang pada platform fiber optik digital independen bersama Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan Northstar Group.
Aryo mengatakan, filosofi utama Arsari Group adalah menciptakan nilai terbaik bagi grup sekaligus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Menurutnya, AI merupakan peluang terbesar abad ke-21 yang harus disiapkan dengan fondasi infrastruktur yang kuat dan terintegrasi.
“Kami melihat salah satu tantangan sekaligus kesempatan terbesar di abad ke-21 adalah AI atau kecerdasan buatan,” ujar Aryo. Keponakan Prabowo Subianto itu lantas mengutip pandangan CEO NVIDIA Jensen Huang, bahwa AI bertumpu pada lima komponen utama, yakni energi, chip atau semikonduktor, infrastruktur digital, model AI, dan aplikasi.
Dalam konteks tersebut, Aryo pun menilai investasi di infrastruktur fiber optik menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan Indonesia menghadapi era AI. Fiber optik dan data center dipandang sebagai tulang punggung yang menentukan kecepatan dan skala pengembangan teknologi digital.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Gaet Arsari dan Northstar, Bentuk Perusahaan Patungan Bernilai Rp 14,6 Triliun
“Hari ini kita mengumumkan investasi di digital infrastructure fiber yang independen di Indonesia,” kata Aryo. Infrastruktur tersebut, lanjutnya, akan dipadukan dengan investasi Arsari di sektor energi bersih yang tengah dikembangkan di berbagai wilayah Tanah Air.
Integrasi antara fiber optik dan energi terbarukan itu ditujukan untuk membangun ekosistem AI yang efisien dan berkelanjutan. Aryo menegaskan, seluruh infrastruktur yang dibangun diarahkan untuk mendukung pengembangan teknologi berbasis karya anak bangsa.
“AI karya anak bangsa running on Arsari Indonesia infrastructure and fiber powered by Arsari clean energy,” jelasnya. Menurut Aryo, pendekatan ini penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku utama dalam rantai nilai AI global.
Sebelumnya diketahui, Indosat Ooredoo Hutchison, Arsari Group, dan Northstar Group resmi membentuk perusahaan patungan FiberCo sebagai platform serat optik digital independen. Transaksi ini mencakup monetisasi aset serat optik Indosat senilai sekitar Rp 14,6 triliun.
Baca Juga
Profil Hashim Djojohadikusumo, Bos Arsari Group yang Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Penasehat Kadin

