LRT Jabodebek Bidik Hak Penamaan Stasiun Kuningan Visa pada Triwulan I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui LRT Jabodebek membidik peresmian hak penamaan Stasiun Kuningan bersama Visa Inc, pada triwulan I 2026.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika Putra menyatakan belum ada pengumuman resmi terkait hak penamaan Stasiun Kuningan karena proses administrasi belum rampung.
“Sejauh ini masih belum ada kabar lagi, nanti ketika sudah benar-benar selesai secara administrasi baru bisa diumumkan,” katanya saat konferensi pers di Co-working Space Stasiun LRT Cawang, Jakarta, Kamis (18/12/2025) malam.
Baca Juga
Intip Perincian Biaya Pembangunan Feeder LRT Harjamukti-Mekarsari
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Manager Non-transport Commercialization LRT Jabodebek, Djayeng Hariyanto menjelaskan, kerja sama hak penamaan Stasiun Kuningan berkaitan dengan tap in/tap out layanan LRT menggunakan kartu Visa.
“Untuk (stasiun) Kuningan Visa itu, ternyata dari pihak Visa-nya itu berbarengan dengan pembayaran tap kartu Visa-nya, dan kemarin kita sudah rapat, diusahakan triwulan I 2026,” kata Djayeng.
Sebelumnya, perusahaan kartu kredit asal Amerika Serikat (AS), Visa Inc akan membeli hak penamaan atau naming rights Stasiun LRT Kuningan di kuartal IV 2025. Demikian disampaikan eks Executive Vice President LRT Jabodebek periode 2023-2025, Mochamad Purnomosidi saat media briefing 2 Tahun Beroperasinya LRT Jabodebek di Menteng, Jakarta, (28/8/2025).
Baca Juga
Waskita (WSKT) Catat Progres LRT Jakarta Hampir 78%, Ditargetkan Rampung Agustus 2026
“Kita sudah menandatangani agreement dengan Visa. Jadi dengan kartu kredit Visa juga bisa naik LRT Jabodebek, tidak hanya pakai kartu uang elektronik. Ini sekaligus naming rights untuk Stasiun Kuningan,” kata Purnomosidi beberapa waktu lalu.
Adapun, masa konsesi kontrak naming rights Stasiun LRT Kuningan berjalan selama tiga tahun ke depan. “Estimasi kita, kalau lihat timeline, Oktober atau November mulai jalan (naming rights Stasiun LRT Kuningan). Untuk harga (hak penamaan Visa), seingat saya sekitar Rp 7 miliar per tahun,” tutur Purnomosidi.

