Blokade AS ke Venezuela Angkat Harga Minyak dari Titik Terendah 4 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga minyak mentah pulih dari level terendah hampir empat tahun pada perdagangan Rabu (17/12/2025) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan memblokir kapal tanker minyak yang dikenai sanksi untuk keluar dan masuk Venezuela, sehingga memicu kembali kekhawatiran pasokan global.
Minyak mentah acuan Amerika Serikat Wesst Texas Intermediate (WTI) naik 67 sen atau 1,21% dan ditutup di level US$ 55,94 per barel. Sementara itu, patokan global Brent menguat 76 sen atau 1,29% dan ditutup pada harga US$ 59,68 per barel.
Sehari sebelumnya, harga minyak AS sempat anjlok ke level terendah sejak awal 2021. Tekanan terjadi ketika pelaku pasar mencermati potensi kesepakatan perdamaian Ukraina yang dinilai dapat membuka kembali pasokan minyak mentah Rusia ke pasar global dalam jumlah besar.
Baca Juga
‘Over Supply’ Kalahkan Sentimen Geopolitik, Harga Minyak Merosot 4% Sepekan
Namun, sentimen tersebut berbalik setelah Washington meningkatkan tekanan terhadap Venezuela. Presiden AS Donald Trump mengatakan telah memerintahkan blokade yang bersifat menyeluruh terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan beroperasi keluar dan masuk negara Amerika Selatan tersebut.
Trump menegaskan langkah tersebut sebagai bagian kampanye tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Sebelumnya Trump melakukan penyitaan kapal tanker minyak yang terkena sanksi di lepas pantai Venezuela oleh Amerika Serikat pada pekan lalu. Aksi tersebut dipandang sebagai eskalasi signifikan dalam kebijakan Washington terhadap Caracas dan langsung memengaruhi ekspektasi pasokan minyak global.
Baca Juga
Sidak Bahan Pokok Jelang Nataru, Mendag Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman
Venezuela merupakan anggota pendiri Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), organisasi produsen minyak utama dunia, serta memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar secara global. Sepanjang tahun ini, negara tersebut mengekspor sekitar 749.000 barel minyak per hari.
Data dari Kpler menunjukkan setidaknya setengah dari ekspor minyak Venezuela dikirim ke China. Kondisi ini membuat setiap gangguan pada jalur distribusi Venezuela berpotensi berdampak langsung terhadap keseimbangan pasokan dan harga minyak dunia.

