50.030 Rumah Subsidi Siap Diakadkan Serentak Pekan Ini!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan menggelar akad kredit massal untuk 50.030 unit rumah subsidi yang dilaksanakan serentak di 33 provinsi pada 110 titik di seluruh Indonesia.
Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) menyatakan, pelaksanaan akad massal tersebut merupakan lanjutan kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilakukan di Kabupaten Bogor bersama Presiden Prabowo Subianto.
“Yang akad bulan September 26.000 (rumah subsidi) di Bogor. Yang kedua Wawan (pengembang Pondok Banten Indah) nanti di Serang, mudah-mudahan hari Sabtu ini (20/12/2025), empat hari lagi, kita buat 50.000 (unit). Ini akad terbesar mungkin sepanjang sejarah,” kata Ara, sapaan akrab Maruarar, di kantornya, Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025) malam.
Dia menambahkan, jumlah akad yang akan dilaksanakan kali ini sedikit melampaui target awal. “Jadi, kita biasanya ‘meleset’. Tahun ini (di Pesona Kahuripan, Kabupaten Bogor) kita janjinya (akad) 25.000, jadinya 26.000. Nah ini kita mau ‘meleset’ juga, dari 50.000 ke 50.030 (rumah subsidi),” ungkap Ara.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan data lengkap para peserta akad massal tersebut. Dari total peserta, terdapat 10 debitur yang akan langsung menerima kunci rumah.
“Ada 10 debitur untuk langsung menerima kunci yang sudah kita persiapkan, itu ada pedagang kopi keliling, kasir minimarket, perawat, petugas pemadam kebakaran, penjaga rel kereta api, penjaga ruang jenazah, kemudian ada perwakilan buruh juga, ada tukang cukur dan nelayan, ada guru, ada disabilitas juga,” papar Heru.
Baca Juga
Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Rumah Subsidi MBR dan Persiapan Akad Massal di Banten
Dikatakan Heru, data peserta telah disusun secara terperinci. “Ini sudah kami siapkan datanya, ada profilnya, mulai nama, alamat perumahannya, dan sudah detail ini dengan pesertanya yang 50.030 (kepala keluarga/KK),” ujarnya.
Kegiatan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias rumah subsidi untuk 50.000 unit di kawasan Pondok Banten Indah, Banten, yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2025, dipastikan ditunda. Penundaan dilakukan karena belum adanya kepastian kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada agenda tersebut.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, Menteri PKP Maruarar Sirait telah menyampaikan rencana akad massal tersebut kepada Presiden. Namun, pada tanggal yang direncanakan, Presiden ke-8 RI berpotensi memiliki agenda lain, termasuk kunjungan kerja ke luar negeri.
Menurut Heru, Kementerian PKP kemudian meminta masukan kepada BP Tapera terkait opsi pelaksanaan kegiatan, apakah tetap digelar tanpa kehadiran presiden atau menunggu penjadwalan ulang. Seluruh pihak, kata dia, sepakat menunggu jadwal presiden agar acara dapat terlaksana secara optimal.
Baca Juga
Akad Massal 50 Ribu Rumah Subsidi di Banten Ditunda, Kenapa?
“Kami menyampaikan masukan sebaiknya menunggu kehadiran bapak presiden, walaupun waktunya masih tentatif,” tutur Heru.
Heru pun menambahkan, kehadiran presiden dinilai memberikan dampak signifikan terhadap percepatan fasilitasi KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sebagaimana pelaksanaan akad massal 26.000 rumah subsidi sebelumnya pada 29 September 2025.

