Migas Kaltim Digenjot, PHKT Siap Bor Empat Sumur
Poin Penting
|
SAMARINDA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 10 Kalimantan menggelar sosialisasi rencana pengeboran sumur pengembangan pada 2026 yang akan dilaksanakan mulai Januari hingga Mei sebagai bagian menjaga keberlanjutan produksi migas dan memperkuat ketahanan energi nasional. Kegiatan ini menjadi penting karena pengeboran tersebut diharapkan mampu menahan laju penurunan produksi lapangan migas yang sudah mature di Kalimantan Timur.
Sosialisasi tersebut dihadiri instansi pemerintah pusat dan daerah, termasuk Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), perwakilan Dinas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta pihak terkait lainnya di Kalimantan Timur.
Head of Communication, Relations and CID PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Elis Fauziyah menjelaskan kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun pemahaman bersama terkait rencana operasi hulu migas perusahaan.
Baca Juga
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap proyek investasi hulu migas berupa pengeboran empat sumur pengembangan di 2026 yang menjadi komitmen PHKT untuk terus menjaga keberlanjutan produksi migas guna mendukung penyediaan dan ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” jelas dia dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).
Elis menuturkan perusahaan berkomitmen melanjutkan investasi di sektor eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur pengembangan untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery, mempertahankan tingkat produksi, serta menahan laju penurunan produksi di lapangan migas yang telah memasuki fase mature di wilayah Kalimantan.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sosialisasi tersebut. “Keberhasilan operasi migas tidak hanya ditentukan teknologi dan perencanaan, tetapi kekuatan kolaborasi. Dukungan pemerintah, regulator, dan masyarakat adalah energi yang memastikan tahapan operasi berjalan aman, patuh, dan berdampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan SKK Migas Febriana Melisa menyampaikan rencana pengeboran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional. “Pengembangan empat sumur ini menjadi bagian penting dalam mendukung target lifting migas nasional. Kami terbuka terhadap masukan dari seluruh pemangku kepentingan agar manfaat kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Baca Juga
Tanpa Genset, Pengungsi Aceh Tamiang Tetap Terang Berkat PLTS Pertamina
Sementara itu, perwakilan Dinas Kementerian ESDM Provinsi Kalimantan Timur Puji Harjanto menegaskan koordinasi menjadi kunci kelancaran program migas di lapangan. Pandangan serupa disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur M. Ali Aripe yang menekankan pentingnya keterbukaan data, koordinasi teknis, serta kepatuhan terhadap zonasi ruang laut.
Dalam aspek teknis, Senior Engineer Drilling PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Haryo Palgunadi menjelaskan perusahaan mengedepankan keselamatan dan praktik terbaik operasi hulu migas yang efektif, efisien, serta ramah lingkungan. Ia menyampaikan seluruh persiapan telah dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan kerja, dan manajemen risiko sesuai karakteristik lapangan.
“Momentum ini penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait rencana kegiatan pengeboran, risiko, dan mitigasinya,” ujarnya.

